PGRI Kota Banda Aceh Adakan Literasi Penghijauan Kota

  • Bagikan

SatuAcehNews | Banda Aceh – Kegiatan bakti sosial di sepanjang jalan menuju Makam Syiah Kuala terlihat begitu menyenangkan. Pada Jumat (11/12/2020) pagi sekitar pukul 09.00 WIB terlihat aktifitas penanaman pohon oleh sekelompok peserta yang tergabung dalam PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Mereka tersebar di beberapa titik sepanjang jalan utama kawasan Lamdingin tersebut.

Acara yang diprakarsai oleh PGRI Kota Banda Aceh ini dimulai dari masjid Al-Abrar Lamdingin hingga titik terakhir di depan lokasi Makam Syiah Kuala. Ketua PGRI Kota Banda Aceh, Zulfikar SE, membuka kegiatan bakti sosial penghijauan pagi itu di lapangan sekolah SMA 15 Adidarma Banda Aceh.

Kegiatan ini didukung oleh berbagai lembaga dan instansi. Seperti Dinas Lingkungan Hidup Kelestarian dan Kebersihan Kota (DLHK3), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta Alam, Polsek Syiah Kuala. Selain itu juga para guru dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas di wilayah Kota Banda Aceh serta para relawan.

Kegiatan bertajuk ‘HUT PGRI Ke-75 dan HGN tahun 2020’ ini salah satunya adalah Bakti Sosial Penghijauan. “Tujuan dari adanya bakti sosial ini sebagai gerakan literasi penghijauan bagi siswa sekolah. Biasanya siswa belajar literasi penghijauan dari ruang sekolah, maka hari ini kita buat gerakan tanam 100 pohon dibantu dari seluruh pihak terkait. Hal ini berguna untuk siswa di dalam menggerakkan literasi penghijauan bagi masyarakat dan alam sekitar,” kata Zulfikar.

Dia pun menambahkan, 100 pohon tersebut diberikan oleh pihak DLHK3 yang terdiri dari jenis pohon Cemara dan pohon Ketapang. Pria yang juga merupakan Kepala Sekolah SMA 15 Adidarma Kota Banda Aceh ini menyampaikan di akhir kegiatan pada pagi itu bahwa kegiatan ini adalah bukti bahwa PGRI peduli lingkungan dan kelestarian ekosistem.

“Kami berharap kegiatan ini dapat ikut membantu kelestarian pohon di Kota Banda Aceh. Penanaman seratus pohon ini diupayakan di titik yang tidak menganggu keberadaan jalan, tiang listrik atau pipa air,” tutur Zulfikar.

Kegiatan ini tentu bermanfaat juga bagi siswa sekolah agar lebih mengenal alam dan lingkungan. Zulfikar juga berharap, para guru dapat mengajarkan siswa terkait literasi penghijauan seperti yang telah dilaksanakan pada hari itu. Bahwa literasi penghijauan ini sangat berguna agar tidak hanya belajar teori, namun juga penerapan di lingkungan sekitar. (WNM)

Nasir Djamil Aceh Satu
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.