fbpx

Pemkab Simeulue Dianjurkan Mengkaji Ulang Ketetapan Tes CPNS di Banda Aceh

281

SatuAcehNews | Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Simeulue di Banda Aceh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus dikaji ulang pada Rabu (18/12/19).

Sebanyak 1.549 peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi CPNS di Pemerintahan Kabupaten Simeulue tentu ini bukanlah jumlah calon yang sedikit.

Namun miris ketika mendapat kabar bahwa lokasi Tes SKD akan dilaksanakan di ibu kota provinsi (Banda Aceh). Sebab sangat disayangkan nantinya yang sudah lulus SKD kemudian pulang kampung. Lalu harus kembali lagi ke Banda Aceh untuk mengikuti Tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang).

Jadi kesannya agak bolak-balik apalagi mengingat jarak tempuh yang cukup jauh. Dengan perjalanan darat dan laut yang tentunya akan memakan biaya perjalanan yang besar pula.

Kepada SatuAcehNews melalui pesan Whatsappnya, Setia Kurniawan selaku Demisioner Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah menyatakan harapannya.

“Agar Pemkab Simeulue mengkaji ulang hal ini. Dan memperjuangkan agar tes SKD dapat dilaksanakan di kabupaten Simeulue saja seperti tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

“Bukannya tidak setuju, akan tetapi ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan,” lanjutnya.

Pertama, faktor ekonomi masyarakat pulau tersebut yang tentunya apabila mengikuti tes CPNS di Banda Aceh akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Karena akan mengeluarkan biaya penginapan dan biaya lainnya di Banda Aceh. Tentunya ini adalah hal yang sangat berat bagi para calon yang sudah dinyatakan lulus berkas.

“Belum lagi yang mungkin dalam keadaan mengandung, memiliki bayi kecil, dan kondisi lainnya. Juga kita harus melihat bagaimana kekecewaan para calon yang tidak lulus nantinya yang sudah mengeluarkan biaya yang besar.”

Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Simeulue bukanlah yang sangat tertinggal. Tes penyeleksian CPNS yang sudah dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya juga berjalan lancar dan tidak terkendala dengan jaringan dan server.

“Buktinya, PNS yang lewat beberapa tahun lalu sekarang sudah bekerja di instansinya masing-masing. Yang tentunya bentuk tes atau seleksinya sama dengan yang akan datang ini,” jelasnya.

Jika penetapan lokasi tes dan seleksi CPNS sepenuhnya adalah hak BKN maka ia meminta agar Pemkab Simeulue mengupayakan negosiasi. “Namun apabila hal ini bukan hak sepenuhnya dari BKN maka jauh lebih baik jika tahap seleksi SKD CPNS ini dilaksanakan di kabupaten Simeulue saja seperti tahun-tahun sebelumnya demi anak pulau Simeulue,” lanjut Setia.

“Sekali lagi, dengan penuh harapan yang sangat besar kepada Pemkab Simeulue agar memperjuangkan bagaimana caranya agar seleksi CPNS ini dilaksanakan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Simeulue saja. Karena yang kita takutkan adalah nantinya banyak kemudian anak pulau simeulue yang gagal mengikuti seleksi karena faktor ekonomi,” tutupnya. (HQL)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More