fbpx

Dianggap Belum Jalankan MoU Helsinki, JASA Gugat Negara

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

 

SatuAcehNews – Negara dianggap tidak sungguh-sungguh menjalankan butir-butir kesepakatan MoU Helsinki. Banyak hal yang belum diselesaikan, sehingga harus digugat keseriusan mempertahankan perdamaian di Aceh.

Pada momentum memperingati Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ke 43 Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA)-Aceh Utara, kembali menggugat negara. Gugatan tersebut membuka kembali sejarah yang dianggap sudah dilupakan oleh negara.

Melalui ketua Umum JASA Aceh Utara Muklis Bin Said Adnan mengatakan, pada momentum 43 tahun memperingati Milad GAM merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Aceh untuk mengenang para syuhada yang telah syahid pada konflik yang melanda Aceh pada waktu yang silam.

Ribuan rakyat Aceh meninggal pada konflik tersebut. Bukan hanya orang yang tergabung dalam GAM namun rakyat sipil yang tak bersalah, juga menjadi korban pembantaian oleh aparat yang bertugas di Aceh pada saat itu.

Pelanggaran HAM yang didilakukan oleh Aparat Negara pada konflik di Aceh. Sampai saat ini sudah 14 tahun perdamaian sejak 15 Agustus 2005 belum dituntaskan oleh Negara kata Muklis

“Belum lagi dengan perjanjian-perjanjian yang tertuang dalam Nota kesepahaman antara GAM dan RI di Helsinki. Masih banyak poin-poin MoU Helsinki belum terealisasikan dengan baik. Bendera misalnya,” lanjut Muklis.

“Pada momentum bersejarah seperti ini belum bisa dikibarkan di tempat-tempat umum. Apa maksud Negara sebenarnya?” ucap Muklis dengan kesal.

“Negara jangan membuat generasi Aceh hari ini bingung. Jangan sampai mereka Anak para syuhada semakin benci kepada negara, karena tidak menyelesaikan persolan Aceh dengan serius. Baik persoalan politik, sosial, dan ekonomi Aceh,” pungkasnya.

Muklis melanjutkan, jika negara Indonesia terus seperti ini besar kemungkinan perdamain yang sudah 14 tahun di Aceh ini tidak terjamin akan terus berjalan dengan baik. Dia juga mengatakan seharusnya Indonesia menghargai hari bersejarah Aceh ini untuk menjadi hari nasional Aceh dan mengadakan upacara seperti lainnya, tutup Muklis.#

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More