fbpx

Mualaf Perbatasan Aceh-Sumut Butuh Ruang Belajar

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

 

SatuacehNews – Untuk pembinaan serta pendidikan para mualaf perbatasan Aceh Sumatera Utara di daerah Kota Subulussalam, Aceh. Dibutuhkan sebuah tempat, sebagai pusat kegiatan menuntun para mualaf guna menuju Islam yang Kaffah.

“Terlebih Provinsi Aceh adalah Serambi Mekkah, karena itu sangat perlu kita melakukan dakwah serta pembinaan secara terpadu, terutama kepada para muallaf yg baru masuk Islam,”

Demikian dikatakan Ustadz Juliamin Banurea Ketua Muallaf Center Kota Subulussalam pada SatuAcehNews Senin (02/12/2019).

Dikatakan Juliamin Banurea, saat ini jumlah muallaf di Kota Subulussalam lebih dari 125 orang. Jumlah tadi terus bertambah setiap bulannya, sehingga pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan pembinaan, sebab keterbatasan fasilitas tempat pembinaan tadi.

“Alhamdulillah, saat ini jumlah muallaf kita semakin meningkat tiap bulannya. Namun, karena minimnya fasilitas sebagai tempat pembinaan sehingga sedikit menyulitkan. Sebab, sejumlah Muallaf kita tempat mereka saling berjauhan,” jelas Juliamin Banurea.

Selain itu kata Juliamin, masalah ekonomi menjadi kendala lain yang dihadapi oleh Muallaf di perbatasan daerah itu. Alasannya, begitu para Muallaf tadi memeluk agama Islam, mereka langsung di boikot dan diasingkan dari keluarga mereka.

“Untuk itu Muallaf Center Kota Subulussalam, berharap pada Pemerintah Aceh serta Pemerintah Kota Subulussalam. Untuk membantu meringankan beban para Muallaf kita ini,” harap Juliamin.

Tak jarang seseorang setelah bertekat ikrarkan dua kalimat syahadat tak nampak tanda-tanda kemuslimannya kecuali hanya selembar sertifikat.

Salah satu faktor penyebab, karena tak ada pembinaan yang berkelanjutan.
Alih-alih meninggikan marwah Islam, yang ada menambah sampah.

Sehingga menarik dan perlu didukung, ketika ada lembaga yang konsen melakukan pembinaan dan pendidikan bagi para mualaf.

Maka kiprah Mualaf Center yang berlokasi di perbatasan Aceh-Sumatra Utara kota patut mendapat apresiasi tinggi.

Ustad Yuliamin Banurea yang mendapat amanah ketua, menggaris bawahi pentingnya tempat pusat kegiatan untuk menuntun para mualaf ke arah ber-Islam secara kaffah.

Pun mengingat Provinsi Aceh kondang dengan julukan Serambi Mekah, memandang perlu suatu tempat pembinaan sekaligus dakwah secara terpadu bagi mualaf.

Berharap Dukungan Penuh Pemerintah

Juliamin yang juga mendapat amanah sebagai Ketua Lembaga Pembinaan dan Pendidikan Mualaf dan Anak Yatim (LP2MA) Kota Subulussalam memaparkan, “Jumlah mualaf di kota ini lebih dari 125 orang dan alhamdulillah terus bertambah setiap bulan.”

“Kesulitan selama ini belum ada sentral pembinaan, disamping tentu kesulitan ekonomi. Padahal begitu mereka memeluk Islam langsung diboikot dan diasingkan dari keluarga,” demikian curhatan Ketua Mualaf Center ini.

“Mualaf Center Subulussalam mengharapkan kepada Pemerintah (Provinsi-red) Aceh dan PemKo (Pemerintah Kota-red) Subulussalam untuk membantu meringankan beban para mualaf kita.” Terakhir harapan diatas yang dia kemukakan.

Semoga secercah harapan untuk mendapat pembinaan yang berkesinambungan bagi para mualaf tak memudar, dengan mau menggelontorkan anggarannya atas kedua instansi pemerintah di wilayahnya.#

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More