fbpx

Keseruan Summer Traveling di Korea Selatan – Bagian Satu

132

SatuAcehNews – Libur bulan Desember ingin traveling ke Seoul tapi tidak tahan dinginnya salju, pergilah saat musim panas sekitar bulan Mei hingga Agustus saat matahari bersinar tanpa hujan dan siang hari yang panjang.

Karena kami berlima, kami memilih menyewa apartemen di Distrik Mapo yang terdapat Seoul World Cup Stadium, stadium terbesar nomor dua setelah Seoul Olympic Stadium dan sebagai stadium berbentuk persegi terbesar se Asia, yang didisain untuk menggambarkan layang-layang tradisional Korea.

Memilih apartemen dibanding hotel sangat banyak keuntungannya. Selain lebih murah, fasilitasnya pun sangat lengkap serasa seperti di rumah sendiri, mulai dari wifi, mesin cuci, rice cooker, setrikaan hingga kompor. Jadi kita tidak perlu membawa banyak pakaian ditambah tidak susah mencari makanan halal karena restoran bersertifikat halal di daerah ini sangat mudah ditemukan. Dan bagi kalian yang hobi ‘berbenah’, vacuum cleaner pun disediakan.

Sebaiknya pilihlah apartemen dekat stasiun KTX (Korean Train eXpress) karena moda transportasi kereta dapat menjangkau semua tempat tujuan dengan mudah, jadwal kereta yang pasti dan sangat nyaman.

Setelah istirahat dari 10 jam perjalanan pesawat dan 2 jam perjalanan bus, kami siap menjelajahi kota Seoul.

Sebelum menuruni tangga menuju Mapo Stasiun (Seoul Subway Line 5), kami melewati tempat parkir sepeda yang pemiliknya melanjutkan perjalanan menggunakan KTX.

Saat menuruni eskalator, berdirilah di sisi kanan karena sisi kiri diperuntukkan bagi orang yang terburu-buru mengejar kereta yang tepat waktu.

Kami mengisi kartu T-Money, yang sebelumnya dibeli di minishop, di mesin yang kami temui tepat di bawah eskalator.

Setelah dilanjutkan dengan bus, hal unik lain adalah pagar gembok cinta di Namsan Seoul Tower. Tempat ini menjadi sangat terkenal karena sering muncul dalam drama-drama Korea, dimana ada adegan sang aktor utama mengunci gembok bersama kekasihnya. Begitu berpengaruhnya sebuah drama, ramai-ramai orang dari seluruh penjuru dunia melakukan hal yang sama. Tidak perlu khawatir jika tidak membawa gembok dari rumah, gembok berbentuk hati dengan warna-warna cerah dijual disana.

Berikutnya berburu kosmetik di kawasan Myeong-dong. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, tapi matahari belum sepenuhnya tenggelam.

Di kawasan ini, sepanjang jalan berderet toko-toko kosmetik Korea dan fashion dari brand internasional yang terkemuka.

Yang menarik, banyak terdapat pedagang kaki lima (street vendor) yang menjual pernak pernik di sepanjang jalan trotoar yang sangat luas. Mereka ada dan sangat teratur.

Setelah cukup, kami memutuskan untuk beristirahat hari ini dan meneruskan eksplorasi Seoul keesokan harinya. (PDA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More