BPBA Adakan Peluncuran serta Bedah Buku Kebencanaan

  • Bagikan

SatuAcehNews – Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) pada Kamis (19/12/2019) menggelar Kegiatan Forum Keilmuan Kebencanaan ke-4. Dengan tema ‘Peluncuran dan Bedah Buku Smong Purba, Khutbah Jum’at Kebencanaan, dan Buku Jejak Bencana di Aceh’ acara ini dilaksanakan di Aula BPBA, Banda Aceh.

Peluncuran dan bedah buku tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BPBA, Sunawardi.

Kegiatan peluncuran dan bedah buku tersebut diikuti oleh 90 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan. Keseluruhan peserta itu merupakan utusan dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan kampus, para pelajar dan pemuda serta remaja masjid yang ada di Kota Banda Aceh.

Sunawardi dalam sambutannya mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi penulis-penulis buku yang mau mengangkat tema tentang kebencanaan yang terjadi di Aceh.

Adapun buku yang diluncurkan dan dibedah tersebut terdiri dari tiga buku. Yakni, Smong Purba yang ditulis oleh T. Ahmad Dadek yang juga Asisten II Pemerintah Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan dan juga Yarmen Dinamika.

Buku kedua berjudul Khutbah Jum’at Kebencanaan ditulis oleh dai kondang Kota Banda Aceh, ustadz Masrul Aidi. Terakhir, buku berjudul Jejak Bencana di Aceh ditulis oleh Teuku Dadek yang bernama lengkap T. Ahmad Dadek, Murizal Hamzah dan Yarmen Dinamika yang merupakan wartawan senior Harian Serambi Indonesia.

Ketiga buku tersebut dibedah dan diluncurkan di waktu yang sama. Dan acara berlangsung dengan sangat maksimal, dari pukul 09.00 hingga 12.30 tengah hari.

Dari ketiga buku yang dibedah, yang sangat banyak dikaji oleh peserta yang hadir adalah Buku Jejak Bencana di Aceh.

Buku ini melingkupi sejarah bencana multiancaman di Aceh sejak beberapa abad silam. Bahkan sampai 7.400 tahun yang lalu yang dibuktikan dengan beberapa data fisik yang diteliti oleh penulis sendiri. Tepatnya tsunami yang terjadi di Gua Ek Luntie, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Bahkan juga terdapat catatan beberapa perjalanan (jejak) bencana yang terjadi di Aceh mulai tahun 1394 M hingga 2019 M.

Beberapa poin besar yang dituliskan di buku Jejak Bencana di Aceh itu adalah peristiwa seperti banjir, banjir bandang, gelombang ekstrem dan abrasi, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, epidemi dan wabah penyakit, letusan gunung berapi, cuaca ekstrem, tanah longsor, sumur minyak, pengungsi Rohingnya, dan likuefaksi.

Harapan keseluruhan penulis buku tersebut adalah agar muda-mudi Aceh lebih giat dan rajin dalam menggeluti dunia literasi. Lebih peduli dalam menulis tentang sejarah dan perjalanan bangsa Aceh khususnya. Dan lebih telaten dalam menulis perkembangan dunia secara global atau umum. (KHA)

  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.