Konsisten di Bidang Pemberdayaan, Murthadha Siap Jadi Wakil Rakyat

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

SatuAcehNews – Aktifis pemuda asal Arongan Lambalek Murthadha, ST, SE berkeinginan program pemberdayaan masyarakat mendapatkan porsi yang lebih signifikan. Menurutnya, program pemberdayaan sering kali tidak tepat sasaran dan tidak memiliki komitmen yang kuat atas keberlangsungan program tersebut.

Ditemui dalam sebuah kesempatan, pemuda 36 tahun asal Dusun Keude Gampong Simpang Peut ini memaparkan tantangan yang dihadapi dalam mensukseskan sebuah program pemberdayaan. “Dalam banyak kasus, sering kali program pemberdayaan yang digulirkan pemerintah tidak tepat sasaran. Misalnya suatu daerah memiliki potensi tertentu tapi dipaksakan menciptakan produk dengan sumber daya yang tidak ada di daerah tersebut,” ujar Murthadha.

Lelaki bertitel 2 gelar sarjana ini menyelesaikan pendidikan sarjana teknik dari Fakultas Teknik Unsyah tahun 2005 dan sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Unsyah pada tahun 2008 karena prestasi akademiknya pernah dipercaya sebagai asisten dosen di FMIPA dan FE Unsyah pada 2008 hingga 2010.

Beliau kemudian memilih mengabdi dan mentransfer ilmu yang ia miliki di kampungnya. Beliau lebih memilih tinggal bersama masyarakat untuk membangun gampong. Berbagai program pemberdayaan telah ia geluti.

Atas pengabdiannya tersebut, Murthadha kemudian dipercaya oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh Barat sebagai salah satu calon anggota DPRK Aceh Barat. Terkait pencalonannya tersebut, Murthadha menyatakan siap menerima amanah tersebut guna melakukan advokasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan program pemberdayaan. Murthadha berkomitmen untuk mengawal program pemberdayaan mulai dari tahap budgeting hingga melahirkan regulasi yang tepat keberpihakan pada masyarakat.

Karena cukup pengalaman dalam hal pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, pemuda yang juga aktif di kegiatan keagamaan ini akan memperjuangkan adanya pendampingan pada program-program pemberdayaan masyarakat. Hal ini untuk meminimalisir tidak berhasilnya program pemberdayaan karena tidak adanya pendampingan.

Saat ini Murthadha ST, SE dipercaya oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh Barat menjadi calon anggota DPRK Aceh Barat nomor urut 1 dari dapil Bubon, Arongan Lambalek, dan Samatiga.

Terkait amanah pencalonannya sebagai anggota DPRK Aceh Barat ini berujar merendah, “Saya hanya menjalankan keinginan masyarakat saja yang ingin saya menjadi wakil mereka di DPRK”.

Murthadha berkeinginan kuat rakyat bisa berdaya dengan program-program yang tepat sasaran. “Bila dipercaya oleh rakyat, saya akan bekerja sekuat tenaga untuk mengawal program pemberdayaan agar tepat sasaran dan memiliki keberlangsungan jangka panjang, bukan sekedar program basa-basi semata,” sambungnya.

Kaya Akan Pengalaman Pemberdayaan

Murthadha
Murthadha, ST, SE melakukan sosialisasi program pemberdayaan kepada pemuda gampong.

Murthadha memiliki pengalaman yang berlimpah untuk urusan pemberdayaan masyarakat. Mulai dari bidang ekonomi mikro kecil dan menengah, infrastruktur sederhana desa, hingga pengelolaan keuangan gampong.

Di bidang pemberdayaan ekonomi mikro, pada 2010 Murthadha melahirkan UPK Mandiri, sebuah lembaga keuangan mikro simpan pinjam. Target pemberdayaan peningkatan ekonomi rumah tangga ibu-ibu. Pada 2013 ia berhasil meyakinkan para stroke holder mengubah pola simpan pinjam konsep konvensional menjadi sistem syariah. UPK Mandiri kemudia menjalin kerjasama dgn MPU Kec. Kaway XVI.

Murthadha
Murthadha,ST, SE melakukan sosialisasi program inovasi desa

Di Arongan Lambalek, Murthadha ikut mendirikan UPK Mitra Bersama thn 2014, yang juga bersistem syariah.

Pada 2009 hingga 2014 tokoh pemuda ini juga terlibat pembentukan kader pemberdayaan masyarakat desa (KPMD) di Kaway XVI, Arongan, dan Woyla Barat. Aktifitas transfer ilmu perhitungan teknik sipil sederhana untuk proyek-proyek infrastruktur sederhana desa seperti saluran air, dan jalan desa digelutinya.

Pada 2014 hingga saat ini, beliau aktif melakukan pelatihan-pelatihan pengelolaan keuangan desa mulai dari perencanaan pembangunan desa, penata keuangan, pelaporan keuangan, dan pertanggungjawaban keuangan gampong.

Metode yang digunakan asistensi, in service training (IST), on job training (OJT), praktek lapangan.

Murthadha selalu menekankan prinsip transparansi keuangan, akuntabilitas, keberpihakan pada orang miskin dan kaum marjinal, serta prinsip prioritas mendesak pada pengelolaan keuangan gampong.#

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More