fbpx

Dayah Sirajul Muna Aadakan Seminar Kesantrian

145

SatuAcehNews – Dayah Muna Sirajul Muna mengadakan seminar akbar bertajuk kesantrian di Aula Dayah Sirajul Muna Desa Alu Awe Muara Dua Kota Lhokseumawe pada sabtu (14/11/2020).

Adapun tema yang diangkat “Santri Dayah Salafiyyah (Peran, Peluang, dan Tantangan Di Era Modern)

Acara tersebut dibuka langsung oleh Dinas Syariah Islam Kota Lhokseumawe Tgk. Misran Faudi, S. Ag., MA, diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, diantaranya dari kalangan santri, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum lintas usia.

Bertindak sebagai Pemateri, Tgk. H.Muhammad Yusuf A.Wahab (Tusop) & Dr. Tgk. Safriadi, S.H.I., M.A. Pemateri pertama seminar Dr. Tgk. Safriadi, dalam materinya menyampaikan “Santri harus mengambil peran di era modern dan jangan sampai tertinggal dan tergerus dengan kemajuan teknologi, di era revolusi industri 4.0 ini”.

“Peranan yang dapat dilakukan oleh santri diantaranya meningkatkan kapasitas keilmuan dengan memperdalam pemahaman terhadap turats (kitab kuning) yang dikaji di pondok-pondok pesantren sehingga nantinya dapat menyampaikan risalah keilmuan ini ke dalam kalangan masyarakat secara baik dan mumpuni”, ujar Tgk Safriadi yang juga merupakan dosen di kampus IAIN Lhokseumawe ini.

Sementara itu Tgk. H. Muhammad Yusuf A.Wahab atau yang akrab disapa Tusop ini menyampaikan bahwa dalam penyampaian “ilmu dan dakwah haruslah menggunakan strategis terbaik seperti pola komunikasi yang efektif dan lain sebagainya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat Arab dahulu” jelas Tusop Jeunib.

Santri juga tidak boleh eksklusif dengan kalangannya serta jangan sampai terjebak dalam pemahaman disiplin ilmu-ilmu tertentu sehingga membuat pemisahan dan kelompok-kelompok yang mengurangi persatuan dan kesatuan dunia pondok pesantren dan Kesantrian itu sendiri, yang dikhawatirkan akan menghambat penyampaian risalah dakwah dan keilmuan itu sendiri, sambungya.

Adapun pimpinan Dayah Sirajul Muna Tgk Mulyadi M. Jamil menyampaikan bahwa, di era modern ini tantangan yang dihadapi oleh para santri sangat besar khususnya dalam membendung dan membentengi masyarakat dari pemahaman-pemahaman sesat yang menggerogoti akidah, seperti pemikiran liberal, sekuler, dan radikal.

“Santri harus menguasai berbagai disiplin ilmu keagamaan yang dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat, sehingga dapat menjadi rujukan bagi orang-orang awam, sehingga mereka dapat bertanya kepada ahli ilmu dan tidak mencari ilmu dari internet saja yang tidak jelas sumbernya,” jelas Tgk Mulyadi.

Ia menambahkan, “dengan seminar ini diharapkan dapat memicu para santri untuk semakin bersemangat dalam belajar dan mengkaji ilmu sebagai bekal di masa yang akan datang yang akan bermanfaat kepada masyarakat kelak.” tutupnya. (MLN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More