fbpx

Minim Rambu-Rambu Laut Di Kepulauan Banyak, Berpotensi Merenggut Nyawa

173

SatuAcehNews – Masih minimnya rambu-rambu laut di Kepulauan Banyak, tepatnya di Kecamatan Pulau Banyak Barat Kabupaten Aceh Singkil berpotensi mengancam keselamatan nelayan saat melaut bahkan merenggut nyawa, Sabtu, (21/11/2020).

Sesuai namanya, Pulau Banyak Barat memiliki sejumlah gugusan pulau-pulau kecil dan setiap pulau memiliki gosong (daratan perairan dangkal) yang setiap saat berpotensi mengancam siapa saja yang melintas, sebagai daerah kepulauan yang banyak terdapat gosong, maka rambu-rambu laut adalah solusi sebagai penanda area tersebut dangkal atau dalam.

Namun, hingga saat ini pantauan langsung SatuAcehNews.com di wilayah terluas Ke-2 (Pulau Banyak Barat) dalam Kabupaten Aceh Singkil tersebut masih minim rambu-rambu laut, bahkan 1 unit rambu-rambu laut yang di bangun pada tahun 2019 lalu telah tumbang (roboh).

Kepada SatuAcehNews.com nelayan Desa Haloban, Armin mengatakan pentingnya rambu-rambu laut bagi nelayan adalah sebagai penanda di tempat itu tidak bisa dilalui karena dangkal (gosong), terutama pada saat malam hari, baik saat pergi melaut maupun pulang.

“Dibuat itukan di atas Gosong, agar kita tidak terlanggar ke atas Gosong tersebut. Bila kita masuk ke Gosong tersebut akan berbahaya, bahkan berpotensi merenggut nyawa (kematian)”, kata Armin.

“Kalau disini ada musiman gelombang besar biasa di sebut Geloro, jadi bila lagi geloro, ya jelas matilah kita kalau sudah keatas gosong itu, karena ombak besar di gulung (ombak) kita, apa lagi kejadiannya malam hari kan begitu, ya jelas matilah”, lanjutnya.

Kemudian, Armin juga menyayangkan robohnya rambu-rambu laut yang terletak di depan Pulau Lamun Desa Haloban hingga saat ini tiang rambu-rambu laut itu masih tertidur diatas gosong (karang) belum ada perhatian dari pihak terkait.

“Kalau memang pemerintah itu memperhatikan nelayan kita di Pulau Banyak Barat ini, apalah salahnya diperbaiki (rambu-rambu laut)”, tambah Armin.

Terpisah, Panglima Laot Lhok Haloban, Anhar R, kepada awak media membenarkan 1 Unit tiang rambu-rambu laut sudah rusak terdampar.

“Kira-kira di bulan Agustus 2020 tumbangnya, akibat putus jangkar”, jelas Anhar R di rumahnya kepada SatuAcehNews.com.

Di lokasi tumbangnya 1 unit tiang rambu-rambu laut itu, diketahui merupakan wilayah yang sangat berpotensi mengancam keselamatan bagi nelayan di sebabkan lokasi tersebut merupakan jalan keluar-masuk (pintu) bagi Nelayan sehingga sering dilalui.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, pengharapan besar pembuatan rambu-rambu laut di Pulau Banyak Barat ini kepada Pemerintah”, ujar Anhar.

“Semoga pemerintah menambah lagi rambu-rambu laut yang sudah ada, demi keamanan dan kenyamanan bagi nelayan dan pelayaran”, katanya mengakhiri.

Dengan tumbang atau robohnya 1 unit tiang rambu-rambu laut di depan Pulau Lamun, maka hanya tersisa 1 unit lagi yang terletak di depan Dermaga Jetty Pulau Banyak Barat. (AA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More