fbpx

25 November 2019, Selamat Hari Guru!

98

Upacara Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) ke-74 dan Hari Guru Nasional 2019 pagi ini Senin (25/11/2019) serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Hari sakral berlandaskan rasa semangat dan kebangsaan para guru di Indonesia.

Upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional kali ini mengambil tema Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sehari sebelumnya menuturkan bahwa guru bukan hanya sebuah pekerjaan, tetapi guru adalah menyiapkan sebuah masa depan.

Menilik sejarah dan peran guru di dalam menumbuhkan tunas-tunas bangsa yang akan mengemban amanah perjuangan di masa mendatang. Betapa sejarah mencatat peran dan kinerja ikhlas dari para guru untuk anak-anak Indonesia.

Tak perlu kita kuliti satu per satu sejarah yang pernah terjadi dalam peran guru mencetak generasi bangsa ini. Yaitu hal menyimpang dari Kode Etik Guru Indonesia tahun 2008 dan mencoreng Peran Guru  menurut UU No. 14 tahun 2005. Seperti mengacu pada hasil riset yang dilakukan LSM Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW) yang dirilis awal Maret 2015 bahwa terdapat 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah.

Akan tetapi, mari membuka hati melihat kebaikan dan keikhlasan para guru demi kecermerlangan generasi Indonesia meski kesejahteraan mereka masih terus dalam upaya peningkatan oleh pemerintah. Hal upaya ini diungkapkan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di laman resmi kemdikbud.go.id.

Pidato menyambut hari sakral dunia pendidikan ini tadi pagi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim diapresiasi sekaligus dikritik oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I). Dihimpun dari tirto.id, beberapa perwakilan dari organisasi itu angkat bicara.

Nadiem diapresiasi karena kesadarannya soal beban guru atas tugas-tugas administratif, kewajiban mengejar angka-angka penilaian yang tak sepenuhnya bisa mengukur potensi siswa, serta kurikulum yang terlalu padat hingga guru sulit berinovasi dalam proses mengajar.

Tapi di sisi lain, pidato tersebut dianggap sekadar retorika kosong jika tak dilanjutkan dengan aksi nyata. Apalagi, imbauan Nadiem bukan lah hal baru. Hal serupa juga pernah disampaikan Presiden Joko Widodo pada puncak Perayaan Hari Guru 2 Desember 2017 lalu.

Meski mendatangkan polemik beragam, Upacara HUT PGRI ke -74 dan Hari Guru Nasional 2019 hari ini adalah bukti pengukuhan Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul. Selamat Hari Guru, Bapak Ibu Guru Indonesia.

Oleh Wannajmi, Pemerhati Sosial

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More