Ratusan Juta Dana Desa di Lhokseumawe Dibegal Melalui Bimtek, IMPKL Minta Kapolda Turun Tangan

  • Bagikan

SatuAcehNews – Lhokseumawe | Ketua Ikatan Mahasiswa Pemuda Kota Lhokseumawe (IMPKL) Muhammad Kalvin. SE meminta Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs .Ahmad Haydar.SH.,MM. Untuk memberikan perhatian kepada dugaan pembegalan Dana Desa (DD) melalui bimtek dan pelatihan yang telah dilaksanakan di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara Yaitu Tanggal 28 September s/d 01 Oktober 2021 di hotel Radisson dan tanggal 29 September s/d 02 oktober 2021 di Hotel Santika Medan.

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia bahkan Aceh, kondisi ekonomi rakyat Lhokseumawe hancur. Satu–satunya harapan masyarakat yaitu Dana Desa (DD) yang langsung dikucurkan oleh Pemerintah Pusat.

Saling Sapa App

Hanya saja, begitu sampai di gampong- gampong, Dana Desa segera beralih ke rekening berbagai lembaga pelatihan (pihak ke 3) yang ditunjuk oleh sekelompok orang, yang memiliki otoritas untuk melaksanakan Bimtek, Jum’at (08/10/2021).

“Satu Gampong mengirimkan 2 orang peserta. yang terdiri dari Kaur Keuangan dan Sekdes. per orang mengirimkan biaya 6 juta ke lembaga pelatihan yang berbeda. total dalam sekali bimtek dalam tahun 2021 ini Dana Desa (DD) sudah dibegal 800 juta lebih. Itu baru tahun ini saja, belum tahun-tahun sebelumnya.“ ujar pemuda yang kerap disapa Kalvin.

“Dan ini jelas melanggar PPKM karena Pelatihan Bimtek dilaksanakan di Kota Medan Sumatera Utara yang sama-sama kita ketahui dari media bahwa Medan termasuk daerah dengan kasus covid yang masih rumayan tinggi, karena Kota Medan sendiri masih menerapkan PPKM level 3. jangan dengan adanya Bimtek tersebut para aparatur menjadi positif covid-19 ketika sampai di Lhokseumawe karena merekalah Satgas Covid-19 di gampong,” tambah Kalvin.

“Acara seperti ini, seharusnya bisa di lakukan secara daring (online) atau setidaknya di laksanakan di Kota Lhoksemawe dengan mendatangkan pemateri-pemateri dari luar, ini malah Sekretaris Desa dan Bendahara bepergian keluar daerah yaitu di Kota Medan Provinsi Sumatra Utara,” tegasnya.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada Kapolda Aceh agar mengusut dan memanggil Kepala DPMG Kota Lhokseumawe untuk mempertanggung jawabkan Bimtek Aparatur Gampong dan juga melakukan Pemeriksaan/Audit kepada Lembaga Pelatihan (pihak ke tiga) yang melaksanakan Bimtek tersebut, agar kegiatan pemborosan anggaran seperti ini tidak terulang kembali khususnya di ruang lingkup Kota Lhokseumawe dan juga kami berharap jika ada ditemukan indikasi korupsi agar diproses secara hukum,” tutupnya. (PR/AFA)

Selamat Nasir Nurdin Ketua PWI Aceh Kantor Hukum Nourman & Rekan
  • Bagikan
Saling Sapa App
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.