Pelaku Pemerkosaan Diciduk Polisi, Korban Ada Dua Orang

  • Bagikan

SatuAcehNews – Aceh Utara | Satuan Reskrim Polres Aceh Utara, meringkus dua pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur. Adalah SY (32) dan FI (27), kedua pria ini diringkus di tempat yang berbeda. Tak hanya memperkosa korbannya, salah satu pelaku juga mengancam menyebarkan video syur yang sempat direkam.

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto, S. Tr. K., dalam konferensi pers yang berlangsung pada Kamis (28/10/2021) mengatakan, kasus pertama yang berhasil diungkap yaitu pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh SY sebanyak 10 kali.

Saling Sapa App

Korban berinisial RD (17) merupakan kenalan SY yang berkenalan melalui jejaring media sosial. Setelah berkenalan, SY meminta korban untuk menemuinya di salah satu kebun kakao yang ada di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara.

Disana, SY menarik paksa tubuh korban dan melakukan pemerkosaan. Perbuatan tersebut dilakukan oleh tersangka dengan mengancam korban jika tidak menuruti kemauannya maka akan diberitahu kepada keluarga korban bahwa mereka sudah melakukan hubungan suami isteri hingga keluarga korban malu.

Ketika korban meminta pertanggungjawaban dari tersangka, tersangka SY berjanji akan bertanggung jawab dengan bujuk rayu bahwa akan dinikahi dengan mahar 10 Mayam emas dan uang tunai sejumlah 10 juta rupiah.

“Aksi bejat itu akhirnya diketahui oleh ibu korban selaku pelapor saat ibu korban kehilangan korban dari rumahnya. kemudian keluarga korban dan masyarakat setempat mencari keberadaan mereka, dan mereka ditemukan di kebun kakao yang tidak jauh dari rumah korban,” terang Kasat Reskrim.

Saat itu korban mengakui perbuatan SY yang harus menuruti nafsu si tersangka ditempat itu dengan kejadian yang berulang sebanyak 10 kali. Kemudian ibu korban selaku pelapor membawa pulang korban dengan kondisi yang trauma dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Aceh Utara.

Selain itu, lanjut Kasat Reskrim, kasus yang dilakukan oleh Fl (27) yaitu pemerasan disertai ancaman yang didahului dengan persetubuhan yang terjadi di kecamatan yang sama (Cot Girek) namun dilokasi dan waktu yang berbeda.

Fl diringkus setelah kakak kandung korban melaporkan kejadian yang dialami adiknya, UM (19). FI diduga melakukan tindakan pidana pemerasan disertai ancaman yang didahului persetubuhan dengan korban.

“Kasus tindak pidana ini terjadi pada bulan Januari 2021 yang bermula saat tersangka sedang bekerja dan meminta korban UM untuk membawakan makanan. Setelah menghubungi korban, FI menyembunyikan HP-nya dalam keadaan merekam video,” terang Kasat.

Setibanya korban di TKP, pelaku memberikan segelas air. Korban kemudian tak sadarkan diri setelah meminum air tersebut. Dalam keadaan itu pelaku menyetubuhi korban, bahkan pelaku sempat merekam adegan tersebut menggunakan Smartphone miliknya.

Korban pun kemudian terbangun setelah dua jam tak sadarkan diri, saat itu pula pelaku menyuruh korban untuk pulang. Tak hanya menyetubuhi korbannya, pelaku juga menyimpan hasil rekaman video dan melakukan pemerasan dengan meminta uang sejumlah Rp 3,3 juta

“Pelaku kembali mengancam korban apabila tidak menuruti nafsunya maka video akan disebar. Merasa takut, akhirnya korban menuruti permintaan itu, dan pemerkosaan itupun dilakukan sebanyak 3 kali,” imbuh Kasat Reskrim.

Kasus inipun kemudian dilaporkan kepada keluarga si korban melalui sang kakak. Hingga akhirnya, si kakak melaporkan kejadian yang dialami adiknya itu ke Polisi. (CSB)

Selamat Nasir Nurdin Ketua PWI Aceh Kantor Hukum Nourman & Rekan
  • Bagikan
Saling Sapa App
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.