fbpx

Akal Bulus Oknum Anggota Dewan Simeulue, Diduga Tilap Uang Rakyat Lewat “SPPD Bodong”

55

SatuAcehNews – Sejumlah oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue diduga terlibat dalam aksi menilap uang negara bernilai Rp 2 Miliar lebih dengan modus SPPD bodong.

Akal bulus pejabat terhormat itu dalam menguras uang rakyat lewat cara menyulap uang dari Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang mereka lakukan. Caranya, diduga dengan merubah daftar harga tiket keberangkatan dari harga biasa menjadi luar biasa alias ‘SPPD bodong’. Bukan hanya sekali aksi jahat yang dilakukan oleh pejabat terhormat yang seharusnya menjadi contoh bagi rakyat itu.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh. Puluhan anggota dewan Simeulue yang saat ini sebagiannya masih duduk manis di gedung milik rakyat itu telah melakukan aksi jahat itu hingga berulang kali.

Uang negara yang dihabiskan pun bervariasi nilainya. Mulai dari Rp 2 juta, hingga Rp 21 juta lebih.

“Dari data manifes tidak sesuai, namun ada juga beberapa anggota dewan dari data manifesnya sesuai,” begitu dijelaskan dalam laporan BPK itu, Kamis, (15/10/2020).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simeulue Muhammad Anshar Wahyuddin, SH, MH, mengatakan. Berdasarkan laporan LKP Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), ada sejumlah oknum anggota dewan Simeulue belum mengembalikan uang SPPD tahun 2019 lalu itu.

Disampaikan M Anshar Wahyuddin, pihaknya telah mengirimkan surat kepada PLT Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT untuk melakukan penyelidikan kasus tadi.

“Tanggal 8 Oktober lalu, kami telah mengirimkan surat kepada Gubernur Aceh untuk menyelidiki kasus SPPD DPRK Simeulue tahun 2019,” kata M Anshar Wahyuddin.

Kejari Simeulue itu mengungkapkan, nilai SPPD DPRK Simeulue tahun 2019 ini mencapai 2 Miliar lebih yang bersumber dari anggaran APBK 2019.

Kejari Simeulue itu menyampaikan, ada sekitar 15 oknum anggota DPRK Simeulue yang terlibat dalam dana SPPD DPRK Simeulue tahun 2019 itu, bahkan sebagiannya saat ini masih duduk menjadi anggota DPRK Simeulue.

“Ada 15 lebih anggota DPRK Simeulue yang ikut terlibat dana SPPD siluman DPRK Simeulue,” kata Kajari. (AI)

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More