fbpx

Ayah Ishak Yusuf : PLT Gubernur/DPRA Gunakan Qanun Aceh Untuk Selamatkan Nasib Buruh Di Aceh

95

SatuAcehNews – Ayah Ishak Yusuf yang juga ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K)SBSI Provinsi Aceh. Kondisi saat ini lagi di hadapkan didepan mata buruh Indonesia sedang menghadapi hukum yang akan menindas buruh/pekerja melalui UU cipta kerja klaster ketenagakerjaan maka (K)SBSI tetap melawan demi buruh jalan apapun SBSI siap ditempuh salah satunya uji materi ke mahkamah konstitusi (MK) sebut ayah sapaan akrabnya, Rabu (7/10/2020).

Ayah Ishak Yusuf meminta kepada kaum buruh tani dan nelayan dan stakeholder buruh lainnya, mari untuk bergabung dengan serikat buruh SBSI juga serikat pekerja supaya supaya ada pembelaan disaat terjadi masalah antara buruh dengan perusahaan atau terjadi PHK juga masalah upah kerja sudah cukup perbudakan yang di lakukan dimasa kolonial yang lalu.

Ayah Ishak juga menyampaikan bahwa UU Cipta Kerja yang telah disahkan sangat merugikan kaum buruh jika dibandingkan dengan UU Nomor 13 tahun 2003 tenteng ketenagakerjaan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia tetap menolak UU Omnibus Law karena merugikan buruh”, kata ayah Ishak.

Menurut Ayah Ishak, UU Cipta Kerja banyak menghilangkan hak pekerja, salah satunya tentang penetapan upah minimum, penghapusan tunjangan dan pemutusan hubungan kerja secara sewenang-wenang oleh perusahaan.

“UU cipta kerja banyak menghilangkan hak pekerja. Dan ini tentu sangat merugikan kalangan pekerja. Undang-undang ini tidak lebih baik dari undang-undang ketenagakerjaan sebelumnya. Karena itu, kami buruh Aceh menolak Omnibus Law yang telah di sahkan,” ujar Ayah yang juga Mantan Staf khusus Ketua DPRA Aceh itu.

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia di bawah Korwil Ayah Ishak meminta kepada Pemerintah Aceh dan DPRA dapat mengoptimalkan pelaksanaan Qanun Aceh nomor 7 tahun 2014 yang mengatur tentang ketenagakerjaan di Aceh. Ayah meminta agar Qanun Ketenagakerjaan yang telah disahkan dapat diterapkan secara maksimal. Menurut kami qanun tersebut lebih baik dari UU Omnibus Law,” ucapnya.

Ayah Ishak dan Para buruh Aceh juga meminta mendorong Pemerintah Aceh, bail Eksekutif dan Legislatif juga Pemerintah Kabupaten/kota dalam penyelenggaraan dan perlindungan ketenagakerjaan mengacu pada UU khusus Aceh nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh dan Qanun Aceh nomor 7 tahun 2014 tentang ketenagakerjaan  yang mengatur dari pasal 174 pasal 175 pasal 176 pasal 177 tentang perburuhan juga ketenagakerjaan di Provinsi Aceh

“Kami juga mendorong Pemerintah Aceh untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan norma ketenagakerjaan pada perusahaan di Aceh serta pengawasan ekstra terhadap TKA yang masuk dan bekerja di Aceh,” ungkapnya Ayah Ishak dalam Siaran Persnya.

Maka dari itu ayah Ishak menyampaikan tujuan hukum perburuhan atau ketenagakerjaan adalah 1. Untuk mendapatkan kepastian hukum dan keadilan 2. Kehidupan antara para buruh/pekerja/karyawan akan dapat terpenuhi secara layak dan sesuai standar hidup sesuai dengan ketentuan hukum 3. Kehidupan para buruh /pekerja/karyawan dengan majikan pengusaha terdapat hubungan yang harmonis serta adanya rasa memiliki perusahaan. Sehingga perusahaan akan lebih pesat perkembangannya dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dlm mewujudkan kesejahteraannya, urai Ayah Ishak mantan ketua Partai Buruh Aceh ini

Ayah Ishak meminta kepada kawan kawan DPC (K)SBSI di kab/kota untuk lebih giat dan tetap memihak kepada buruh dan juga memperbanyak PK juga merekrut anggota SBSI agar kita diperhitungkan oleh semua pihak dan mulia didalam pandangan Allah SWT karena kita selalu membela kaum yang lemah, tutupnya. (RED/AFA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More