Warga Haloban Mengamuk Di Puskesmas Pulau Banyak Barat

  • Bagikan

SatuAcehNews – Aceh Singkil | Seorang warga Desa Haloban, Armin (42) mengamuk marah-marah di Puskesmas Pulau Banyak Barat, hal itu disebabkan karena surat keterangan pengganti sertifikat vaksin terhadap dirinya tidak dikeluarkan oleh dokter di Puskesmas Pulau Banyak, Rabu, (29/09/2021).

Saling Sapa App

Dari pantauan awak media di Puskesmas tersebut, Armin (42) bertambah marah saat mengetahui Kepala Puskesmas Pulau Banyak Barat, dr. Zulmahdi belum ada di puskesmas.

“Mana dia (Kapus), panggilkan ke sini, saya mau ketemu sama dia, entah apa-apa saja,” kata Armin (42) dengan suara keras di Puskesmas Pulau Banyak Barat, Rabu, (29/09).

“Awak macam binat*** aja disini, mengurus surat itu saja sudah macam surat dari malaikat. Tanggung tapi pelayanan, palayanan apa? gak karuan itu. Kita berjalan sudah menepi-menepi dinding,” tambahnya dengan marah-marah.

Armin (42) ketika di konfirmasi awak media mengatakan bahwa kedatangannya ke Puskesmas Pulau Banyak Barat sudah yang ke-3 kalinya dengan tujuan yang sama, untuk mengurus surat keterangan pengganti vaksin dari dokter, karena dirinya tidak bisa di vaksin sebab alasan medis. Yang mana surat keterangan tersebut sangat dibutuhkan untuk keperluan keluar daerah.

Selanjutnya, tidak berselang lama Kepala Puskesmas Pulau Banyak Barat, dr. Zulmahdi tiba di Puskesmas. Dari amatan awak media, Armin langsung di ajak ke ruangan Kepala Puskesmas Pulau Banyak Barat.

Kemudian cekcok kembali terjadi antara Armin (42) dengan Kepala Puskesmas Pulau Banyak Barat, dr. Zulmahdi ketika keluar ruangan, “Bilang saja berapa harus dibayar,” kata Armin (42) saat keluar dari ruangan Kepala Puskesmas Pulau Banyak Barat.

“Aku ini 5 macam penyakit di tubuh ku ini,” lanjutnya dengan marah-marah.

Kepala Puskesmas Pulau Banyak Barat, dr. Zulmahdi, saat dikonfirmasi mengatakan belum ada aturan untuk menunda pemberian vaksin kepada warga di Puskesmas, yang boleh di rumah sakit.

“Jadikan kita, kita surat keterangan vaksin itu belum ada aturan,” kata dr. Zulmahdi, Rabu, (29/09).

“Saya membuat surat lanjutan bahwa dia ke rumah sakit, boleh tidak apa-apa. Tadi dia marah-marah pergi terus,” tutur dr. Zulmahdi.

Dari keterangan dr. Zulmahdi, mengatakan pihaknya ingin mengeluarkan surat lanjutan ke rumah sakit namun tidak diterima oleh sdr. Armin (42), karena waktu yang di minta untuk surat tersebut berlaku selamanya.

“Suratnya mau saya buat, tidak terima dia. Tidak usah katanya. Katanya dia buat surat untuk selamanya, tidak bisa,” Ucap dr. Zulmahdi.

“Dia harus periksa lanjutan ke rumah sakit, yang disebutkan di form itu harus di rumah sakit,” lanjutnya.

Menurut dr. Zulmahdi pihaknya hanya boleh mengeluarkan surat sementara selama perjalanan ke rumah sakit, selama 1 minggu atau 2 minggu.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, Satuacehnews.com mencoba mengkonfirmasi Armin (42) kenapa mengamuk marah-marah di Puskesmas Pulau Banyak Barat.

Armin (42) mengatakan dirinya seolah dipersulit untuk mendapatkan surat keterangan dokter sebagai pengganti sertifikat vaksin, dan Armin (42) mengaku tidak pernah meminta surat keterangan tersebut untuk seumur hidup.

“Marahnya aku itu begini. Pak Zul itu mengeluarkan (surat), sama dengan tidak dikeluarkan. Dikeluarkan hanya jangka 1 minggu,” kata Armin (42) saat dikonfirmasi wartawan di Puskesmas Pulau Banyak Barat.

“Aku ini berobat tidak dijamin aku ini 1 minggu, namanya kau berobat di Simelu. Berobat sama medis, berobat dukun kampung kan begitu, jangan-jangan dibawah 1 bulan atau 1 bulan,” lanjutnya.

Armin (42) merasa dipersulit untuk mendapatkan surat tersebut.

“Aku ini orang menderita, orang cidera. Tapi beraninya dia orang mempersulit aku ini,” ungkap Armin.

Kemudian dikatakan Armin (42), dirinya juga di arahkan untuk pergi melakukan pemeriksan ke rumah sakit di Rimo, Gunung Meriah. Namun Armin (42) mengaku kesulitan ekonomi untuk pergi ke RSUD Aceh Singkil.

“Jadi alasannya kalau gak itu kita gak berani, suruh cek ke rumah sakit. Di suruh ke Rimo, jangankan aku di suruh ke rimo ya, makan kami saja susah,” kata Armin (42) di akhir wawancara. (AHA)

Selamat Nasir Nurdin Ketua PWI Aceh Kantor Hukum Nourman & Rekan
  • Bagikan
Saling Sapa App
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.