Gelar Bimtek Ke Wilayah Zona Merah Covid-19, Amarah Nilai DPRK Simeulue Krisis Moral

  • Bagikan

SatuAcehNews – Simeulue | Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Banda Aceh Hotel Grand Arabia, 11-13 September 2021, merupakan salah satu wilayah yang masuk zona merah Covid-19 di Provinsi Aceh dan masuk PPKM Level 4.

Menanggapi Bimtek para wakil rakyat tersebut, Koordinator Aliansi Mahasiswa Rakyat dan Buruh (Amarah) Simeulue, Isra Fu’addi kepada SatuAcehNews, Senin (13/09/2021) menyebutkan, sikap para anggota DPRK Simeulue itu menunjukkan ketidak pedulian terhadap himbauan Pemerintah terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurut Isra, Bimtek DPRK Simeulue hanya menghambur-hamburkan anggaran. Lantaran, di masa pandemi Covid-19 tak elok jika para wakil rakyat menghabiskan anggaran hanya untuk kepentingan Bimtek, daripada memikirkan rakyatnya.

“Memang kita sadari, fungsi pengawasan melekat di anggota DPRK. Termasuk fungsi penganggaran. Namun, dengan kondisi pandemi saat ini Kenapa tidak berpikir untuk melakukan penghematan anggaran,”

Terlebih, menurutnya, selama ini agenda legislator DPRK Simeulue hanya terkesan seremonial belaka. Dan kami menilai hasil Bimtek para legislator yang sebelumnya belum dirasakan masyarakat.

“Seperti kunker dan Bimtek yang pernah dilaksanakan sebelumnya, masyarakat harus melihat dan merasakan apa output (hasil) dan outcome (dampak) yang dihasilkan. Harusnya ada prestasi atau terobosan baru yang dilakukan DPRK untuk kemajuan Simeulue. Bukan malah mementingkan jalan-jalan,” tandasnya.

Isra juga menyayangkan sejumlah karut-marut yang akhir-akhir ini dipertontonkan dipandang jauh dari moralitas mereka selaku anggota dewan yang terhormat.

Ditambahkan, kegiatan ini bukan hanya pemborosan anggaran, melainkan lebih kepada krisis moral, yang bakal memancing terjadinya krisis ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat. Inilah yang setiap saat dipertontonkan para anggota Dewan yang terhormat.

Persoalan Bimtek diluar daerah ini bukan cuman sekedar berbicara tentang aturan tentang zonasi Covid-19. Namun lebih kepada kesan moril, yang mana anggota dewan yang telah diberi amanat oleh rakyat seolah-olah hanya memanfaatkan amanah saja.

Apalagi masyarakat yang lagi diambang dilematis dengan kondisi saat ini. Kenapa tidak digunakan media dalam jaringan (Daring) dalam pelaksanaan Bimtek, tentang pengelolaan anggaran, yang mengacu kepada aturan baru tentang Pedoman Teknis pengelolaan keuangan daerah sesuai dengan Permendagri nomor 77 tahun 2020 dan peran DPRD dalam pembahasan dan Persetujuan APBD tahun 2022.

Tidak ada alasan lagi dalam keadaan saat ini anggota DPRK pergi ke zona merah dengan alasan Bimtek. Jangan himbauan hanya berlaku kepada masyarakat kecil sedangkan pejabatnya seenaknya pergi keluar daerah apalagi ke zona merah. “Jangan pergi bawa SPPD, pulang bawa penyakit yang bisa membahayakan masyarakat. Ini perlu perhatian serius Satgas Covid-19 Simeulue”, tutup Isra.  (AHD)

  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.