Diduga Tak Setor Biaya Pasang Listrik Baru Calon Pelanggan PLN, Oknum Petugas Pun Menghilang

  • Bagikan

SatuAcehNews – Aceh Singkil | Diduga oknum petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kecamatan Pulau Banyak Barat, merugikan masyarakat setempat disebabkan uang pasang listrik baru calon pelanggan PLN yang telah di bayar kepada petugas tersebut tidak di setor ke PLN, Jum’at, (03/09/2021).

Hal itu dialami oleh masyarakat yang tinggal di Desa Suka Makmur Kecamatan Pulau Banyak Barat Kabupaten Aceh Singkil yang merasa dirugikan oleh oknum petugas. Perbuatan tidak terpuji oknum petugas itu terungkap di saat Petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) datang melakukan pemeriksaan pada Hari Sabtu, 28 Agustus 2021 lalu, yang berhasil menemukan meteran listrik yang terpasang adalah meteran bekas yang tidak terdaftar ke PLN sehingga aliran listrik tersebut dilakukan pemutusan dari rumah warga.

Kepala Desa Suka Makmur, Safriani ketika dikonfirmasi awak media membenarkan telah terjadi pemutusan arus listrik terhadap beberapa rumah warganya, padahal warganya telah membayar biaya pasang meteran baru kepada oknum petugas disana.

“Karena kami telah percaya kepada oknum petugas tersebut, sehingga tidak memakai kwitansi setiap kali saya membayar meteran (baru) daya 900 volt-ampere,” kata Safrina melalui panggilan telepon, (02/09).

Sebagai Kepala Desa Suka Makmur, Safriani mengaku telah mencoba meminta kepada petugas P2TL agar menunda pemutusan aliran listrik dirumah warganya, namun terpaksa tetap di putus karena meteran yang terpasang tidak terdaftar sesuai aturan.

“Saya katakan kepada orang PLN yang dari Singkil kalau tidak ada ganti meteran (kepada warga), saya tidak rela meteran di rumah warga dibongkar,” jelas Safriani.

“Namun kata petugas (P2TL) hal itu wajib dilakukan (pemutusan arus) sebab kami membongkar itu karena meterannya tidak terdaftar,” tambannya.

Untuk menggali informasi lebih lanjut, Satuacehnews.com mencoba meminta konfirmasi kepada Manager ULP Singkil, Yandri Doni, terkait oknum petugas yang diduga tak setor biaya pasang listrik baru dari calon pelanggan PLN.

Yandri Doni mengatakan oknum petugas tersebut merupakan tenaga kerja dari pihak ketiga (outsourcing), dan sudah tidak masuk selama 2 Minggu. Dan sampai saat ini pihaknya telah menindaklanjuti terkait temuan petugas P2TL dilapangan.

“Jadi ya gak normal sih pemakaian di situ ibaratnya, kita tertibkanlah. Rupanya sudah pasang baru memalui oknum itu tadi, jadi permohonan dari calon pelanggan diselewengkanlah sama dia. Jadi intinya PLN rugi masyarakat pun rugi juga,” kata Yandri melalui telepon seluler kepada awak media, Jum’at, (03/09).

Yandri menjelaskan yang terjadi kepada calon pelanggan PLN di Desa Suka Makmur adalah oknum petugas hanya menempelkan meteran listrik bekas (rusak) saja dirumah warga, “Cuma ditempelnya nempel aja. Jadi ya selama ini mohon maaf, pelanggan di Suka Makmur nikmati listrik tapi tidak pakai token, makanya rugi PLN di situ. Kalau di rugi masyarakatnya, meterannya tidak normal, tidak sesuai yang diharapkan di berikan,” ungkap Yandri.

Kemudian untuk menjaga kenyamanan agar hal-hal yang merugikan tidak terulang lagi, Manager ULP Singkil, Yandri Doni, menyampaikan kepada calon pelanggan PLN hendaknya melakukan permohonan secara resmi melalui www.pln.co.id, sebagai alternatif boleh juga melalui pihaknya di ULP Singkil dan bayarnya langsung ke PLN, dan bila melalui petugas kami agar meminta tanda terima. (AHA)

  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.