Diduga Distrik Navigasi Ini Dijadikan Tempat Pengolahan Kopra

  • Bagikan

SatuAcehNews – Aceh Singkil | Distrik navigasi yang terletak di wilayah Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak diduga dijadikan tempat pengolahan kopra, apakah demikian tugasnya?

Saling Sapa App

Dari penelusuran SatuAcehNews.com dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : KM 30 Tahun 2006, tentang organisasi dan tata kerja distrik navigasi, diketahui dari pasal 2, menyebutkan distrik navigasi mempunyai tugas melaksanakan perencanaaan, pengoperasian, pengadaan dan pengawasan sarana bantu navigasi pelayaran, telekomunikasi pelayaran, serta pengamatan kegiatan laut, survei hidrografi, pemantauan alur dan perlintasan dengan menggunakan sarana instalasi untuk kepentingan keselamatan pelayaran, Sabtu, (18/09/2021).

Mengetahui tugas dari distrik navigasi sangat penting, wartawan tertarik untuk menggali kebenaran informasi yang mengabarkan pada Distrik Navigasi Kelas III – Sibolga di Pulau Sarang Aloe, Desa Pulau Baguk yang diduga dijadikan tempat pengolahan kopra oleh petugas. Dengan menempuh perjalanan laut hingga 3 Jam dari Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, awak media tiba di pulau tersebut.

Dari pantau awak media di lokasi Distrik Navigasi Kelas III Sibolga itu ditemukan tempat pengolahan kelapa menjadi kopra dan batok kelapa yang berserakan di depan gudang mesin.

Penanggungjawab Distrik Navigasi Kelas III Sibolga, Rasidin ketika di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp tidak mengetahui hal itu.

“Kita konfirmasi dulu Pak dengan petugas kita disana,” Balas Rasidin singkat, kepada wartawan, Sabtu, (18/09).

Kemudian lebih lanjut pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 30 Tahun 2006, tidak ditemukan awak media fungsi dari distrik navigasi sebagai tempat pengolahan kopra. Sebagaimana tertuang pada Pasal 3, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 30 Tahun 2006 :
1.Penyusunan rencana dan program pengoperasian, serta pengawasan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, Telekomunikasi Pelayaran, Kapal Negara Kenavigasian, Fasilitas Pangkalan, Bengkel, Pengamatan Laut dan Survey Hidrografi serta Pemantauan Alur dan Perlintasan
2. Penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penghapusan perlengkapan dan peralatan untuk Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, Telekomunikasi Pelayaran, Kapal Negara Kenavigasian, Fasilitas Pangkalan, Bengkel, Pengamatan Laut dan Survey Hidrografi, serta Pemantauan Alur dan Perlintasan;
3. Pelaksanaan program pengoperasian dan pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, Telekomunikasi Pelayaran, Kapal Negara Kenavigasian, dan Fasilitas Pangkalan serta Bengkel;
4. Pelaksanaan Pengamatan Laut dan Survey Hidrografi, serta Pemantauan Alur dan Perlintasan;
5. Pelaksanaan urusan logistik;
6. Pelaksanaan analisis dan evaluasi pengoperasian, pengawakan dan pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, Telekomunikasi Pelayaran, Kapal Negara Kenavigasian, Fasilitas Pangkalan, Bengkel, Pengamatan Laut, Survey Hidrografi, serta Pemantauan Alur dan Perlintasan;
7. Pelaksanaan urusan keuangan, kepegawaian, ketatausahaan, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, pengumpulan dan pengolahan data, dokumentasi serta penyusunan laporan. (AHA)

  • Bagikan
Saling Sapa App
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.