11 Pelaku Pembunuh Gajah di Aceh Jaya Berhasil Diamankan, Pidana 5 Tahun Penjara dan Denda 100 Juta

  • Bagikan

SatuAcehNews – Aceh Jaya | Kasus pembunuhan lima individu gajah Sumatera yang terjadi di Desa Tuwie Peuriya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (01/01/2020) lalu akhirnya mulai terungkap. Dalam kasus ini, Satreskrim Polres Aceh Jaya berhasil mengamankan 11 orang tersangka.

Saling Sapa App

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir, kepada awak media menjelaskan, awalnya Polisi menciduk 7 orang pelaku pada Jumat (27/08), masing-masing berinisial HD (39), LH (43), HI (46), SP (62), MR (32), ZB (25), dan MA (38). Enam pelaku ditangkap di Aceh Jaya, satu orang lagi diamankan di Banda Aceh.

“Ketujuh pelaku melakukan peran yang berbeda mulai dari membuat jerat hingga eksekusi gading gajah. Semuanya sudah diatur, dan yang paling berperan dari ketujuhnya adalah MA (38),” jelas Harlan kepada awak media dalam konferensi Pers di Mapolres Aceh Jaya, Rabu (15/09/2021).

Setelah itu, pada Rabu (01/09) dua orang pelaku yang sebelumnya masuk dalam DPO menyerahkan diri ke Polres setempat, adalah SD (49) dan AM (61). Polisi melakukan pengembangan terhadap para pelaku, dari hasil ini mengamankan dua pelaku lainnya yakni IF (46) dan MN (68).

IF dan MN diduga menjual dan membeli gading gajah itu. Pelaku menjual tiga pasang gading dengan harga 3,5 juta kepada penadah yang sama dengan kasus kematian gajah tanpa kepala yang terjadi di Aceh Timur, inisial MD (49).

Diduga aksi pembunuhan individu gajah memang sudah direncanakan dan tujuannya memang untuk dijual. Tiga pasang dijual, satu pasang berhasil diamankan, satunya lagi belum ditemukan, sasarannya memang gajah yang bergerombolan.

Para pelaku akan dituntut dengan pasal 40 ayat (2) JO pasal 21 ayat (2) Huruf A dan B Undang-Undang Republik Indonesia No. 05 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya JO pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Menanggapi hal ini, Sekretaris Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh, Indra Wijaya, menyampaikan apresiasi terhadap Polres Aceh Jaya menangkap pelaku. Pasalnya kasus ini sudah cukup lama terkatung-katung. “Sejak awal kejadian FJL terus mengawal, bahkan beberapa kali kami gelar diskusi publik dan mendatangi Polda serta Polres Aceh Jaya mendorong segera diungkap,” kata Indra.

Akan tetapi kata Indra, pengungkapan kasus itu belum selesai, sebab jaringan perdagangan gading gajah belum terungkap. Mereka yang ditangkap adalah para pelaku pembunuhan, sedangkan sindikat perdagangan belum terbongkar.

“Perburuan dengan perdagangan saling berhubungan. Karena permintaan pasar, makanya ada perburuan,” ujar Indra. Indra menambahkan, FJL sebagai organisasi jurnalis yang konsen pada isu konservasi akan terus mengawal kasus tersebut hingga vonis. Indra berharap vonis setimpal agar memberikan efek jera bagi pelaku. (CSB)

  • Bagikan
Saling Sapa App
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.