fbpx

Natural Aceh Gelar Training Pemanfaatan Cangkang Tiram

63

SatuAcehNews – Natural Aceh bekerjasama dengan Akfar YPPM Mandiri Banda Aceh melakukan pelatihan pemanfaatan cangkang tiram menjadi produk kosmetik di Gampong Alue Naga, Ahad, (13/09/2020).

Selain melakukan pelatihan dan peningkatan kapasitas, Natural Aceh juga membagikan masker, brosur serta sosialisasi Gerakan Masker Aceh sebagai bentuk edukasi dan pencegahan serta memberikan penyuluhan yang tepat tentang keadaan dan kondisi Banda Aceh saat ini, disamping sebagai pengarahan untuk rencana kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan tersebut. Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh 20 perempuan gampong yang berasal dari Dusun Musafir dan Bunot.

Geuchik Gampong sangat mendukung kegiatan ini, apalagi nantinya akan menjadi sumber penghasilan baru bagi warga Alue Naga dan menjadi dasar bagi ibu PKK mengolah cangkang tiram menjadi masker dan lulur agar bisa dijualbelikan dan menambah pemasukan bagi bagi para kaum ibu.

“Terimakasih kepada semua pihak yang telah membawa angin segar baru dan dukungan bagi warga Alue Naga dalam pengembangan hasil Alam cangkang tiram ini”, ungkap Faisal M. Dan selaku Geuchik Gampong Alue Naga di sela-sela Acara.

Bahwa tahun sebelumnya kita juga sudah melatih perempuan pencari tiram dari Dusun Podiamat dan Kutaran dari desa setempat untuk mengolah cangkang tiram menjadi pakan ternak,

“Harapan kami adalah tiram yang selama ini dicari dan dibudidaya bukan hanya bisa dimanfaatkan isinya namun juga cangkangnya sebagai sumber penghasilan baru bagi masyarakat”, Zainal Abidin Suarja, Ketua Natural Aceh

Rosa Mardiana, ST, MT selaku Direktur Akfar YPPM Mandiri menyebutkan bahwa cangkang tiram merupakan salah satu limbah padat yang sangat berpotensi sebagai salah satu sumber kalsium karena tersusun dari 60% senyawa CaCO3 dan komponen kalsium yang tinggi yang tidak hanya penting bagi tulang tapi juga menjaga kesehatan kulit.

“Mineral yang paling banyak ditemukan di lapisan epidermis pada kalsium ini dapat mempercepat regenerasi kulit, mengangkat sel mati dan membersihkan kulit dari kotoran”, ungkap Rosa.

Ayu salah satu peserta pelatihan mengungkapkan keoptimisannya bahwa para perempuan Alue Naga akan bisa mengolah bahan baku tersebut menjadi bahan kosmetik selama diberikan kesempatan dan pendampingan mengingat selama ini banyaknya sampah cangkang tiram yang terbuang percuma di sekitar desa. “Kami harap bisa segera mempraktekkan dan didampingi cara pembuatannya seperti tadi di laboratorium kampus Akfar”, harapnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan tentang pemakaian, penyimpanan serta penggunaan obat oleh STIKES Assyifa dan strategi marketing dan penawaran produk usaha di era pandemi covid 19. Dengan mengikuti standar protokol kesehatan, kegiatan diikuti ini juga diikuti dan disaksikan secara streaming via Live Zoom oleh 12 kampus di Aceh dan Sumatera Utara. (RED/AFA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More