fbpx

Sering Buat Gaduh, KAMMI Banda Aceh Minta Presiden Evaluasi Menag

141

SatuAcehNews – Sekretaris Jenderal Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Banda Aceh Rahmadi Sagala meminta Presiden Joko Widodo mengevaluasi Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi karena kerap memunculkan sejumlah persoalan dan kebijakan yang kontroversial. Mulai dari isu Radikalisme, larangan cadar, penggunaan celana cingkrang bagi PNS dan akhir-akhir ini Fachrul Razi menyebutkan tentang masuknya paham radikal melalui orang-orang yang berpenampilan menarik alias “good looking” dalam salah satu kegiatan webinar bertajuk “Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara”, Selasa (08/09/2020).

Rahmadi Sagala, mengecam keras pernyataan Menteri Agama tersebut. Dia menilai pernyataan itu sangat menyakitkan dan mencederai hati umat Islam di tanah air.

“Saya mengecam keras, apa yang diucapkan oleh Menteri Agama Fachrul Razi yang mencurigai masuknya paham radikal melalui anak muda yang berpenampilan menarik alias “good looking”. Menteri Agama jelas menunjukkan ketidakpahaman tentang Islam, terbukti dengan seringnya beliau bicara menyudutkan Islam,” kata Rahmadi.

Rahmadi Sagala meminta kepada Bapak Presiden Jokowi Agar segera melakukan evaluasi terhadap Menteri Agama Fachrul Razi, sebab konotasi wacananya berpotensi berujung pada perpecahan sesama Umat Muslim di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta. Menag Fachrul Razi Seharusnya menyelesaikan masalah perbedaan di tengah-tengah umat, bukan malah membuat kegaduhan di tengah umat.

Pernyataan Menteri Agama yang kontra produktif mengakibatkan rusaknya kepercayaan publik, apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini Menteri Agama seharusnya menjaga persatuan dan kesatuan, dan menjaga stabilitas nasional dengan baik,” ujarnya.

Rahmadi juga menyayangkan Menteri Agama selalu menyudutkan agama khususnya Agama Islam ketika bicara soal agama.

“Menteri Agama seharusnya mengapresiasi dan bangga kepada pemuda-pemudi Islam atas capaiannya mengabdikan diri dan berkontribusi dalam berdakwah untuk memahamkan ajaran Islam di masyarakat dan mengajarkan moral bangsa dalam menjaga kebhinekaan,” tutup Rahmadi Sagala. (RED/AFA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More