WCD Aceh 2019 Menggerakkan Puluhan Ribu Relawan Dalam Aksi Bersih-Bersih Terbesar Di Dunia

Aksi WCD Tahun ini (2019) meningkat 100% dari tahun 2018 (10.000 Relawan), baik dari jumlah relawan, Keikut sertaan komunitas dan core team dan jumlah sampah yang diangkat.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

SatuAcehNews – Aceh. World Cleanup Day (WCD) Aceh 2019 menggerakkan 23.782 relawan dan mengangkat 33.700 ton sampah dari 126 lokasi (26.283 sampah plastik, 3.400 sampah non plastik, 3.850 sampah residu) dari 14 kabupaten/kota (Sabang, Banda Aceh, Aceh Jaya, Pidie Jaya, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Subulussalam, Gayo Lues, Bener Meriah), Gerakan WCD merupakan momentum untuk mengkampanyekan kepada masyarakat agar dapat mengurangi penggunaan plastik terutama plastik sekali pakai (Sabtu, 21/09/2018).

Aksi WCD Tahun ini (2019) meningkat 100% dari tahun 2018 (10.000 Relawan), baik dari jumlah relawan, Keikut sertaan komunitas dan core team dan jumlah sampah yang diangkat.

Ishalyadi sebagai leader WCD Aceh menyampaikan “terimakasih kepada seluruh team kabupaten kota yang telah menggerakkan ribuan relawan dalam gerakan ini, meraka adalah pahlawan lingkungan, tanpa dibayar sepeserpun. Itu sangat hebat”, Imbuhnya. Selain itu dia juga berterimakasih kepada pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polisi dan semua pihak yang telah membantu sehingga memudahkan panitia dalam menyukseskan gerakan ini.

Dalam aksi WCD tahun ini ada 1 bupati yang turun langsung bersama relawan yaitu Bupati Aceh Barat Daya (Akmal Ibrahim) hal ini membuat relawan tambah bersemangat.

Selain dukungan pemerintah jumlah relawan meningkat di pengaruhi meningkatnya komunitas bergabung dan peran kampus di Aceh. Banyak kampus menggerakkan sivitas akademika untuk menyukseskan gerakan WCD. Turut berperan Kampus Universitas Malikulsaleh, IAIN Malikulsaleh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Teuku Umar, STAIN Tengku Dirundeng, STKIP BBM Meulaboh, STIMI Meulaboh, Poltekkes Meulaboh, dan STIKES Teuku Umar Meulaboh, Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Poltekes Aceh, STIKIP BBD, dan Serambi Aceh. Yang paling banyak mengarahkan relawan adalah UTU dan UNIMAL, Kedua kampus ini mendukung penuh dan mengerakkan ribuan civitas akademika sebagai relawan, Kedua rektor Hadir langsung ke lokasi, Rektor UNIMAL hadir di Lhokseumawe dan Rektor UTU hadir di Aceh Barat, Kedua rektor ini sangat berkomitmen dalam pengendalian sampah plastik.

Kita berharap tahun depan semakin banyak lagi pihak pemerintah dan kampus ikut serta. Terutama dukungan Gubenur agar sama sama mengkampayekan program diet sampah plastik di Aceh, sehingga Aceh bersih dan Sehat, tutup Ishalyadi.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More