Kita di Antara Mesin Pencari

0
171
Jurkam

Jemari ini tak pernah berjanji setia dengan mesin pencari, dengan mesin penjelajah data, dengan mesin pengolah kata.

Kata orang, logaritma yang dibawa alkhawarizmi membawa lompatan dahsyat dalam industri informasi.
Betul, kita dalam lompatan mekanik yang hebat!

Kini banyak mata di angkasa yang bergerak memandang untuk ragam maksud,
dari ekonomi, militer dan hegemoni.
Mata-mata yang bertebaran di angkasa itu telah menjangkau semua batas privasi,
penanda zaman yang berkejaran
dengan penemuan penemuan terkini,
lantas terkoneksi ke segala penjuru bumi, terupdate dan tersebar begitu cepatnya….
hanya sekali sentuhan jarak lima benua terlampaui pula.

Diantara mesin penacari,
kisaran berita online,
ruang sosmed yang sempit dan berisik
kita semakin kecil dan tak mengerti,
semakin dangkal berfikir dan susah mencerna. Kita seperti berjalan mundur sementara laju teknologi melompat begitu jauh.

Diantara mesin pencari kita membuka beragam kemungkinan,
menjelajah ruang realitas maya:

Kita membuka HP pintar tanpa mengenal konsep yang membuatnya bekerja.
Berkali kali jemari ini menyentuh monitor di tablet dan layar di HP,
tapi jarang sekali hati ini sampai ke teman di sebelah,
jarang sekali rasanya jemari ini sampai menyentuh ke keinginan terdalam seorang anak untuk dipeluk, diajak masuk ke dunia riil dan berburu air hujan di halaman rumah.

Diantara mesin pencari, apakah lantas menjadikan kita “mesin” selanjutnya dari kepentingan kapital dan gairah konsumerisme ?
: tekan kata “YES” bila setuju. Atau “NO” untuk abaikan. Lalu klik disini, terjemahkan ke bahasa yang anda suka!
Tiba tiba muncul suara di HP smart anda:
“Baterai anda akan segera habis, hubungkan ke pengisi tenaga!”

Taufik Sentana
Memilih setia pada kata kata sejak 1994.
sedang menyusun antologi puisi
“Password Kebahagiaan”
Menerima: pesanan kata kata terbaik untuk beragam acara yang berharga (taufiksentana@gmail.com)

Cetak

Tinggalkan Balasan