China Produksi 500 Ribu Vaksin Berbahaya untuk Bayi

0
185
vaksin palsu
Vaksin palsu produksi China
2019

SatuAcehNews – Hampir 500 ribu vaksin yang dimaksud untuk melawan virus difteri, batuk rejan, dan tetanus diproduksi secara ilegal dan berbahaya oleh China. Perusahaan bio teknologi asal negeri Tirai Bambu Changsheng Bio-teknologi Co Ltd dianggap bertanggung jawab atas skandal keamanan medis ini.

Kantor berita China Xinhua melaporkan bahwa perusahaan obat tersebut telah memproduksi 500 ribu dosis di bawah standar untuk bayi. Jumlah ini sekitar dua kali lipat perkiraan sebelumnya dari pihak berwenang yang menyelidiki skandal keamanan obat itu.

Badan regulator obat China pada Juli menuduh Changsheng Bio-teknologi Co Ltd menjual 252.600 dosis vaksin DPT yang tidak efektif untuk anak-anak, guna melawan difteri, batuk rejan dan tetanus.

Penyelidikan lebih lanjut pada Rabu (12/09/2018) menunjukkan bahwa perusahaan itu telah memproduksi tambahan DPT di bawah standar, yang membuat jumlah totalnya meningkat menjadi 499.800 dosis.

Setiap pelanggaran terhadap hukum atau peraturan (perusahaan) dan personil akan dihukum berat. Otoritas lokal serta departemen dengan tanggung jawab pengawasan juga dimintai pertanggungjawaban atas segala kelalaian tugas yang ditemukan.

Hingga saat ini, perusahaan farmasi Changsheng tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.

Xinhua mengatakan tim investigasi menemukan kelompok pertama sebanyak 252.600 dosis dijual di Provinsi Shandong. Kurang dari sepersepuluh dari kelompok kedua yaitu 247.200 dosis dijual di Provinsi Anhui bagian timur, dan sisanya dijual di Shandong.

Xinhua mengatakan sekitar 76 persen anak-anak yang terkena dampak dari kelompok pertama telah diobati, dan ada rencana untuk merawat anak-anak yang divaksin menggunakan kelompok kedua vaksin DPT.

China mulai melakukan pemeriksaan langsung terhadap pembuat vaksin dalam upaya untuk mengendalikan kemarahan publik setelah Changsheng ditemukan telah memalsukan data untuk vaksin rabies dan membuat vaksin tidak layak untuk bayi China.

Pemerintah telah memerintahkan penangkapan 18 orang di perusahaan itu, yang berlokasi di timur laut Kota Changchun dan saham perusahaan telah dibekukan.

Pada 15 Juli, badan obat-obatan pemerintah Cina (SDA) mengumumkan bahwa Changchun Changsheng telah memalsukan data produksi selama proses produksi vaksin rabies untuk manusia.

Lembaga pengawas makanan dan obat Cina (CFDA) mengatakan bahwa semua vaksin rabies telah ditarik dari peredaran dan perusahaan terkait akan segera diinvestigasi.

Beberapa hari kemudian, aparat Provinsi Jilin mengumumkan bahwa vaksin difteri, tetanus dan pertussis – atau DTaP – yang diproduksi perusahaan tersebut pada 2017 juga masih di bawah standar.

Berdasarkan sumber dari media pemerintah CGTN, lebih dari 250.000 dosis DTaP dalam satu kelompok produksi telah dijual kepada pihak pusat pengawasan penyakit di bagian timur Cina. Perusahaan kini diperintahkan membayar denda sebesar 3.4 juta yuan atau senilai Rp7,38 miliar.#

Tinggalkan Balasan