Garuda Tutup Jalur Kualanamu – Sabang

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

SatuAcehNews – Maskapai pelat merah Garuda Indonesia Airways menghentikan jadwal penerbangan pulang pergi Medan – Sabang. Jalur yang diterbangi dengan pesawat ATR 72-600 dari Kuala Namu, Sumatera Utara, ke Sabang, Aceh resmi ditutup pada 14 September 2018.

“Secara resmi pada 14 September 2018 Manajemen Garuda Indonesia menutup jadwal penerbangan dari Kuala Namu-Sabang dan Sabang-Kuala Namu,” kata Branch Manajer Garuda Indonesia Sabang Zulkarnain Kadri di Sabang, Sabtu seperti dikutip Antara.

Zulkarnain menyatakan, penutupan jadwal penerbangan sementara ini berkaitan dengan keputusan manajemen dan sejalan dengan program restrukturisasi rute.

“Hal ini terpaksa kami lakukan, mengingat masih rendahnya tingkat isian penumpang pada rute Kuala Namu-Sabang dan sebaliknya,” kata dia.

“Tingkat isian penumpang pada penerbangan tersebut tidak optimal untuk memenuhi daya,” tambah Branch Manajer Garuda Indonesia Sabang.

Zulkarnain menjelaskan, pada kurun Januari hingga Juli 2018 tingkat isian penumpang penerbangan dari Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, Sumut, tujuan Bandara Internasional Maimun Saleh, Sabang, Provinsi Aceh kurang dari 65 persen.

“Pada Januari hingga Juli 2018 isian penumpangnya selalu di bawah 65 persen atau rata-rata 40 penumpang, sementara kapasitasnya 70 penumpang,” katanya.

Maskapai Garuda Indonesia dengan pesawat ATR 72-600 terbaru berkapasitas 70 penumpang, semua kursi kelas ekonomi, mulai melayani penerbangan Kuala Namu-Sabang dan sebaliknya, Februari 2015.

Penerbangan Kuala Namu Sabang saat itu resmikan bersama-sama oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara A Dwi Putranto, dan Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, dan di Bandara Maimun Saleh, Sabang.

Bandar Udara Maimun Saleh adalah bandar udara yang terletak di Kota Sabang, provinsi Aceh. Sama seperti Lanudal Juanda Surabaya dan Lanudal Eltari Kupang, lapangan terbang ini merupakan fasilitas militer TNI Angkatan Laut TNI-AL.

ATR 72 adalah pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop yang dibangun perusahaan pesawat Perancis-Italia ATR. Pesawat ini memiliki kapasitas hingga 78 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua kru penerbang. Pesawat berbaling-baling ini dibeli Garuda Indonesia untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara antar kota kecil di dalam negeri.

Pembukaan rute-rute tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Garuda untuk terus meningkatkan jaringan penerbangannya di dalam negeri dan meningkatkan konektifitas antar kota di regional. Selain itu, upaya ini juga diharapkan akan mempercepat peningkatan perdagangan dan perekonomian di kawasan melalui kemudahan akses transportasi udara. #

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
  1. AneukAceh Meutuah berkata

    Otak kalian bisnis melulu, bukan niat mengantarkan org ke Sabang. Coba kl tiketnya diturunin, pasti banyak yg naik.

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More