fbpx

Pandemi Covid-19, Omzet Penjual Merah Putih di Simeulue Menurun

102

SatuAcehNews – Dampak pandemi virus covid-19, omzet pedagang bendera merah putih di Kabupaten Simeulue menurun hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.

“Dampak virus Corona ini, penjualannya menurun, tidak seperti tahun kemarin, sekarang omzetnya turun 50 persen lebih,” ujar Deni (31) pedagang bendera di kota Sinabang, Simeulue, Rabu, 12 Agustus 2020.

Menurut Deni, biasanya menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) seperti ini, penjualan bendera serta umbul-umbul lainnya meningkat drastis. Hal ini, dikarenakan hampir semua lapisan masyarakat membelinya untuk di pasang di rumah maupun perkantoran.

“Kalau tahun lalu, jelang HUT RI seperti ini penjualan bisa mencapai jutaan rupiah perharinya. Namun, saat ini hanya dapat ratusan ribu setiap harinya,” ucap Deni yang rutin menjual bendera tiap tahun.

Deni Menjelaskan, menurunnya tingakat penjualan bendera merah putih ini dikarenakan adanya pandemi virus Corona ini. Sebab, pandemi ini banyak membatalkan semua acara khas 17 Agustus yang biasanya banyak memakai bendera merah putih serta berbagai macam hiasan bendera lainnya.

“Biasanya banyak acara khas tujuh belas Agustus, namun karena pandemi tadi acara banyak di batalkan. Sehingga berdampak kurang permintaan terhadap bendera,” jelas Deni.

Selain itu disampaikan Deni, akibat pandemi ini juga banyak sekolah di tutup. Sehingga semakin menurunkan angka penjualan bendera dan juga umbul-umbul. Sebab, biasanya jelang HUT RI rata-rata sekolah membeli bendera baru untuk di pasang di sekolah itu.(Ai)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More