fbpx

Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, Propam Polda Aceh Akan Panggil Kapolres Subulussalam

734

SatuAcehNews – Propam Polda Aceh akan segera memanggil Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono SIK untuk dimintai keterangan terkait adanya laporan dari salah satu warga Aceh Singkil, Yakarim M. Kapolres Subulussalam diduga dugaan melakukan pelanggaran kode etik dan penyalahgunaan wewenang dalam hal penanganan satu alat berat jenis escavator di Mapolres setempat.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya pihak Propam Polda Aceh sudah melakukan investigasi dan audit ke Mapolres Subulussalam. Hasil dari audit tersebut akan dilakukan gelar perkara dan untuk selanjutnya akan memanggil para terlapor. Pihak terlapor yang dalam hal ini adalah Kapolres Subulussalam, Kasatreskrim, Kanit dan terlapor lainnya yang ada di Polsek Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Yakarim M bersama tim dan kuasa hukum Advokat Kasibun Daulay.

Informasi tersebut didapatkan media ini melalui pelapor Yakarim M dan Sabaruddin alias Pukak Singkil yang didampingi penasehat hukumnya Yahya Harahap SH serta Kasibun Daulay SH dan rekan.

Pelapor dan Penasihat hukum berkoordiansi dengan Kasubbidwabprof Propam Polda Aceh, AKBP Nazaruddin SH MM MH di Mapolda Aceh Kamis (06/08/2020) kemarin. Mereka mendapatkan informasi dan penjelasan bahwa pihak Subbidwabprof Propam Polda Aceh akan bekerja secara professional dan transparan untuk menindaklanjuti setiap laporan yang menyangkut perilaku serta tindakan personil kepolisian yang tidak professional dan menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Alhamdulillah, pihak Propam berjanji bahwa kasus ini akan ditindaklanjuti dengan baik. Dan untuk tahap selanjutnya adalah memanggil para terlapor termasuk Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono SIK,” ujar Kasibun kepada SatuAcehNews.

Sebagaimana diketahui Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono SIK dilaporkan ke Propam Polda Aceh dengan dugaan Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri. AKBP Qori Wicaksono SIK diduga tidak menerapkan nilai-nilai tribrata dan catur prasetya dalam pelaksanaan tugas dan wewenang umum kepolisian. Selain itu tidak menjaga dan meningkatkan citra, soliditas, reputasi, dan kehormatan Polri.

Kapolres Subulussalam juga dianggap tidak menjalankan tugas secara professional, proporsional, dan prosedural dengan wujud perbuatan menyalahgunakan wewenang dengan menyita barang tanpa dasar hukum. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf (a) dan Pasal 7 Ayat 1 huruf (b dan c) Peraturan Kepala Kepolisiaan Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi POLRI. Laporan tersebut diterima oleh Propam Polda Aceh dengan Nomor: STPL/57/VII/Yan.2.5./2020/Yanduan pada tanggal 8 Juli 2020 lalu.

Selain telah berkoordinasi dengan pihak Propam Polda Aceh, menurut Kasibun kliennya juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada M Phil. Kapolda Aceh berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Apalagi saat ini klien kami yaitu para pelapor merasa kurang nyaman dan sedikit merasa ketakutan. Hal ini karena pihak Polres Subulussalam memperlihatkan sikap yang kurang bersahabat kepada para pelapor. Sehingga klien kami tersebut meminta perhatian dan perlindungan bapak Kapolda Aceh,” demikian tutup Kasibun.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More