OPINI – Kampung KB Cut Nyak Dhien Dan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pasi Pinang

  • Bagikan

SatuAcehNews, Oleh: Juanda Ardiansyah*

Masyarakat di sebuah desa sudah seharusnya mengikuti kegiatan desa supaya mencapai sebuah kesejahteraan. Seperti Desa Pasi Pinang, terletak di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Desa ini disebut juga sebagai kampung KB Cut Nyak Dhien karena telah banyak mendapatkan penghargaan dari mengikuti program yang dilaksanakan oleh BKKBN. Gelar kampung KB Cut Nyak Dhien di Desa Pasi Pinang diresmikan pada tahun 2016.

Dengan adanya kampung KB, diharapkan dapat terciptanya masyarakat yang mandiri, sehat dan sejahtera. Dalam program desa, tidak hanya laki-laki yang mengikutinya, melainkan perempuan juga ikut aktif dalam memajukan kesejahteraan masyarakat untuk mengikuti program yang ada. Kekompakan masyarakat adalah kunci dari sejahteranya desa tersebut.

Desa Pasi Pinang juga memiliki program tersendiri seperti majelis ta’lim yang dilaksanakan empat kali dalam seminggu, dengan adanya program majelis ta’lim tersebut, warga desa juga dapat meperdalam ilmu-ilmu tentang agama Islam. Remaja Pasi Pinang juga mengikuti program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR), PIKR adalah suatu wadah kegiatan program Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang PKBR serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya. Program PIKR remaja Desa Pasi Pinang mendapat juara 3 terbaik PIKR jalur masyarakat di tingkat provinsi Aceh.

Dengan pencapaian itu, diharapkan remaja dapat lebih aktif dalam melaksanakan program-program yang ada di desa tersebut. Remaja Pasi Pinang tidak hanya aktif di PIKR saja, akan tetapi juga aktif didalam pengajian rutin yang dilaksanakan setiap malam rabu, hal tersebut tentu saja membuat remaja di desa tersebut dapat lebih banyak melakukan hal-hal yang positif. Program-program yang telah di ikuti oleh masyarakat pasi pinang itu bisa menjadi contoh bagus untuk masyarakat di desa lain, agar bisa lebih aktif dalam melakukan aktivitas program di desa mereka.

Pasi Pinang termasuk desa yang memiliki daratan rendah, mempunyai struktur tanah yang keras dan bergambut. Dengan lokasi yang dimiliki berdekatan dengan sungai, Pasi Pinang memiliki potensi sumber mata air yang melimpah karena posisi desa dekat dengan aliran sungai perbatasan antara Desa Pasi Pinang dan Kota Meulaboh. Desa Pasi Pinang mempunyai dua dusun yaitu dusun PKK dan dusun Keramat, dan masing-masing dusun masih memiliki banyak lahan yang kosong, Kebanyakan masyarakat menggunakan lahan mereka sebagai lahan sawah, ladang perkebunan, dan kolam sebagai tempat budidaya ikan, selebihnya lahan masih ditempati oleh semak belukar.

Lahan yang telah digunakan tersebut menjadi mata pencarian warga desa. Desa Pasi Pinang dikenal dengan hasil ikan air tawarnya (ikan nila) yang banyak dipelihara oleh warga, tidak jarang banyak para konsumen ikan air tawar datang ke desa tersebut untuk membeli ikan segar langsung dari kolamnya. Selain itu, ikan hasil ternak dari kolam juga dijual langsung ke pasar di daerah Meulaboh. Dikutip dari Wikipedia, sekitar tahun 1980 Desa Pasi Pinang memiliki hasil dari memanfaatkan hasil dari daun pohon pinang sebagai usaha tambahan rumah tangga, namun ketika banjir besar, pohon-pohon pinang di Pasi Pinang habis dibawa banjir besar pada saat tersebut. Itu bisa dikatakan sebagai sejarah Pasi Pinang dulu. Lain hal nya dengan sekarang, warga telah menggunakan lahan mereka sebagai usaha pendapatan mereka.

Dengan berlokasi berdekatan dengan sungai, tentu saja itu menjadi peluang untuk beberapa warga untuk mencari hasil dari sungai tersebut, misal saja memancing, dan mencari kerang di sungai, tidak hanya warga Pasi Pinang, ada juga beberapa warga desa lain ikut dalam mencari kerang. Sungai bisa menjadi sumber penghasilan warga, dengan demikian tidak hanya mengambil hasil alam, masyarakat Pasi Pinang juga tidak mencemari sungai, dengan tidak membuang sampah ke dalam sungai. Sawah dan perkebunan juga tidak jarang kita temukan di Desa Pasi Pinang tersebut, selain mata pencarian warga dalam pengelolaan kolam ikan, warga juga menanam padi di sawah mereka. Selain padi, warga desa juga menggunakan lahan mereka untuk berkebun sayur-sayuran yang dimana itu bisa menjadi penghasilan bagi mereka.

Warga Pasi Pinang juga memiliki usaha pasir, yang diambil di dalam sungai. Pengambilan bisa secara manual, maupun menggunakan bantuan mesin. Ketika pasir sudah di ambil oleh Bot, tentu perlu orang untuk membongkar pasir dan menaruhnya di darat atau pun langsung ke dalam mobil yang membeli pasir. Itu bisa menjadi peluang bagi warga lain yang belum memiliki pekerjaan, atau bisa menjadi pekerjaan sampingan untuk penghasilan mereka. Selain itu, warga juga banyak berjualan air tebu di sepanjang jalan utama Meulaboh-Tapak Tuan tersebut, lokasi yang bagus untuk berjualan karena kondisi jalan utama yang selalu ramai.

Setiap tahun, Desa Pasi Pinang melaksanakan acara-acara seperti maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Kemerdekaan Indonesia, dan penutupan pengajian sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Acara-acara tersebut juga membuat warga desa lebih peduli akan kebersamaan dan memiliki rasa peduli terhadap kesejahteraan desa mereka. Anak-anak juga ramai berpatisipasi dalam acara FAS (Festival Anak Sholeh) yang di laksanakan setiap tahunnya, acara tersebut memiliki beberapa perlombaan, seperti Tartil, Adzan, FashionShow pakaian anak sholeh, dan cerdas cermat. Acara FAS tersebut tidak hanya diikuti oleh anak-anak Desa Pasi Pinang saja, akan tetapi anak-anak dari desa lain juga ikut berpartisipasi untuk memeriahkan acara FAS tersebut. Dengan adanya acara seperti itu, bisa membuat anak lebih percaya diri, dan melatih bakat mereka. Anak-anak yang mengikuti FAS tersebut mulai dari jenjang PAUD sampai dengan SMP, mereka sangat bersemangat dalam mengikuti acara yang diselenggarakan tiap tahun tersebut. Hadiah juga dipersembahkan bagi pemenang lomba-lomba FAS, biasanya dalam acara Festival Anak Sholeh tersebut, dipanitiakan oleh anggota remaja PIKR Desa Pasi Pinang, dan dimeriahkan oleh warga-warga desa yang hadir di acara tersebut.

Dengan pencapaian dan Program-program yang ada di Desa Pasi Pinang sudah seharusnya desa tersebut dikatakan sebagai desa yang sejahtera, mulai dari masyarakatnya yang aktif di dalam kegiatan desa, atau pun dalam pengelolaan alam yang tepat. Sudah sepatutnya masyarakat desa aktif didalam program mereka. Jangan hanya peduli dengan diri sendiri, karena manusia tidak bisa hidup sendiri. Menjadi masyarakat yang peduli akan sesama akan lebih baik di sebuah desa.

Dengan demikian, untuk mencapai semuanya juga membutuhkan pemimpin desa yang jujur dan siap menerima masukan dari warganya. Selain itu lahan-lahan kosong di perdesaan juga harus digunakan sebaik mungkin, supaya bisa mendapatkan hasil pendapatan dari lahan-lahan kosong tersebut dan Jangan biarkan lahan-lahan menjadi semak belukar, karena lahan kosong sangat berguna untuk perkembangan desa atau sumper pendapatan bagi warga, jadilah masyarakat yang ramah, damai dan sejahtera. (RED/AFA)

Meulaboh, 2 Juli 2021

*Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar.

Idul Adha 1442H SatuAcehNews
  • Bagikan
Subscribe for notification