OPINI – Jawaban Atas Pernyataan Humas Polda dan Satgas Covid-19 Aceh

  • Bagikan

SatuAcehNews, Oleh : Delky Nofrizal Qutni*

Agar masyarakat tak menganggap vaksin atau tidak ikut vaksin sama saja atau menghadirkan kekhawatiran masyarakat Aceh terkait vaksinisasi, kita ajukan beberapa saran.

1) Kita minta Polda untuk mengungkap kebenaran mengungkapkan kebenaran status long covid-19 yang sempat di alami oleh Gubernur Aceh pada saat KPK ke Aceh.

Di kalangan menengah ke atas banyak yang menilai bahwa itu hanya kepura-puraan gubernur Nova Irinsyah untuk menghindari KPK, di lain sisi bagi masyarakat menengah ke bawah itu menilai gubernur yang rajin vaksin saja kena covid-19, sehingga masyarakat yang belum vaksin yang masih sehat walafiat, khawatir jika mengikuti vaksinisasi justru mengikuti apa yang terjadi pada pemimpinnya yakni Gubernur Nova Iriansyah. Makanya kebenaran apa yang yang dialami Gubernur Aceh ini harus diselidiki oleh Polda, mengingat yang ada saat itu pernyataan jubir dan pernyataan klarifikasi jubir plus dokter, sementara suratnya juga tak pernah ada.

Jika Gubernur benar-benar Covid-19 ini nanti masyarakat harus melaksanakan cara prokes dan vaksin yang beda dengan gubernur, agar tidak kena long covid-19. Jika itu bagian kepura-puraan untuk menghindari penyidikan KPK, maka sudah masuk bagian penipuan publik. Pihak yang memberi keterangan dan terlibat bisa saja dikenakan pasal menghambat proses penegakan hukum dan seterusnya. Kita yakin Polda Aceh bersama rakyat, dan akan menjawab tanda tanya besar yang kini membuat keresahan rakyat.

2) Mengenai penyekatan no problem namun wajib dipastikan tidak ada mobil dan kenderaan yang disuruh putar balik, dan tidak ada pemaksaan masyarakat harus vaksin sejauh kebenaran status long covid-19 Gubernur Aceh tidak dapat dibongkar sejelas mungkin oleh kepolisian kepada publik. Bayangkan saja, jika mayarakat dari Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan ingin ke Banda Aceh tiba-tiba disuruh putar balik, bukan itu mengingatkan masyarakat pada masa konflik, apalagi jika diharuskan vaksinisasi bukan karena antusias dan kesadaran masyarakat sendiri saat di posko, bukan kah itu membayang-bayangi masyarakat Aceh seakan-akan surat vaksin itu sama dengan masa-masa sangat pentingnya KTP merah putih sebagai nyawa dimasa DOM.

Ada baiknya selidiki dan bongkar sebenderang mungkin terlebih dahulu tentang status long covid-19 Gubernur Aceh kala penyelidikan KPK baru masyarakat yakin bahwa dengan vaksin dapat lebih baik daripada tidak vaksin. Jadi jangan sampai tajam ke bawah tumpul ke atas, ini keadilan dan kebenaran dan itu bagian yang selalu mempengaruhi sosial dan psikologis masyarakat Aceh.

3) Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat maka harus diberikan contoh-contoh dan hal menarik semacam doorprize dan seterusnya. Bukan membuat masyarakat terpaksa untuk harus ikuti vaksinasi karena penekanan kebijakan tertentu. Masyarakat Aceh itu tidak bisa demikian, harus betul-betul disentuh ruang rasa dan semangatnya secara humanis dan tak berefek kepada penekanan psikologis. Misal jika tidak vaksin, maka tidak bisa ke Banda Aceh dan lain-lain. Sementara, rakyat Aceh yang masih sehat-sehat masih dibayangi kejadian pemimpinnya Gubernur Aceh yang sangat rajin vaksin malah terkena long covid-19. Hal itu pula yang membuat masyarakat masih kurang semangat untuk ikuti himbauan presiden dan mendagri untuk vaksin.

4) Polda Aceh harus benar-benar memastikan tidak ada pemaksaan kepada masyarakat di posko-posko tersebut, jangan sampai di media lain cerita di lapangan lain kejadiannya. Karena kalau dipaksa nantinya hanya menimbulkan traumatik masa konflik. Ini harus dihindari demi perdamaian Aceh, apalagi Covid-19 di Aceh ini tak seburuk opini yang di bangun. Kemudian hindari kebijakan yang lebay yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi dan kebutuhan real di masyarakat

Yakin dan percayalah semakin jujur, terbuka dan humasis para pemimpin Aceh termasuk Kepolisian maka semakin kuat bersama dan didukung penuh oleh rakyat.

Hormat saya

Banda Aceh, 15 Juli 2021

*Ketua Yayasan Aceh Kreatif, Mantan Kabid Advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA), Mantan Ketua PII Aceh Selatan

Idul Adha 1442H SatuAcehNews
  • Bagikan
Subscribe for notification