KAMMI Banda Aceh: Pandemi Covid-19 Tanggung Jawab Kita Bersama

  • Bagikan

SatuAcehNews – Banda Aceh | Pandemi Covid-19 terus membuat penduduk global khawatir. Sampai kini, belum ada tanda-tanda virus corona memasuki episode terakhir. Menaruh harapan kepada para pakar, dokter, petugas kesehatan, pejabat pemerintah, negara tertentu, atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun bukan satu-satunya cara.

Virus corona penyebab Covid-19 tak terlihat, tak diketahui keberadaannya, bisa berada di mana saja, dan penyebarannya sangat masif. Alasan inilah yang seharusnya menyadarkan kita, bahwa pademi Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Bukannya segelintir orang, komunitas, atau beberapa kelompok saja.

Sekretaris Jenderal KAMMI Banda Aceh, Rahmadi Sagala mengatakan, dalam situasi sulit di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 di dunia dan juga di Indonesia, solidaritas dan tanggung jawab sosial untuk mencegah penularan sangat dibutuhkan. Banyak cara yang bisa dilakukan dari level individu, keluarga maupun komunitas.

“Saat ini adalah era yang membutuhkan solidaritas kita semua. Saatnya bergandengan tangan, tidak hanya berujar mengingatkan saja di tengah situasi krisis ini. Tetapi kita diminta melakukan aksi nyata,” kata Rahmadi, Kamis (15/07/2021).

Oleh karena itu lanjut Rahmadi, perlu dilakukan pencegahan diri agar virus tidak menyebar di dalam lingkup keluarga, tetangga, masyarakat bahkan dunia.

“Caranya tentu ikut Prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah di masa PPKM, disiplin menjaga jarak, menghindari kerumuman, tidak usah keluar dulu jika tidak penting dan jangan lupa Berolahraga , serta menjaga pola hidup yang sehat,” jelasnya.

Menurut Rahmadi Sagala, upaya pencegahan ini sangat prioritas, sebab jika tidak dilakukan maka akan terjadi tsunami pasien di rumah sakit. Paramedis pun akan kewalahan, fasilitas rumah sakit pun tidak mampu menampung pasien yang terus berdatangan.

“Saatnya untuk tidak main-main, tapi dengan penuh kesadaran melakukan disiplin diri, disiplin sosial, saling mengingatkan antar sesama untuk melakukan apa yang selama ini sudah banyak dikemukakan,” paparnya.

Di sisi lain, jiwa gotong royong sebagai bangsa juga harus dibangkitkan dengan menggalang solidaritas konkret. Dunia usaha juga bisa membantu pemerintah dalam menangani pandemi ini. Sementara, tenaga medis, dokter, perawat, petugas kebersihan, satpam dan sopir di rumah sakit yang berada di garda depan membutuhkan alat pelindung diri.

“Kita perlu lakukan intervensi agar mereka bertambah kuat, semangat, dan mampu menolong siapapun yang sekarang berjatuhan,” imbuhnya.

Selain itu, kata Rahmadi, masyarakat yang mengantungkan hidup dari penghasilan harian pun harus dibantu kalau bisa harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah juga, agar tidak terjadi korban karena kelaparan.

“Kita perhatikan kanan kiri kita, tetangga kita. Bagi yang berlebih bisa membantu agar jangan sampai ada orang yang kelaparan,” ucapnya. (PR/AFA)

Idul Adha 1442H SatuAcehNews
  • Bagikan
Subscribe for notification