fbpx

Pedang Sang Panglima Raja Pulau Tuangku

284

Oleh Ahmad Azis

SatuAcehNews – Diceritakan bahwa di Pulau Tuangku pernah berdiri sebuah kerajaan kecil, saat ini Pulau Tuangku dikenal dengan nama Kecamatan Pulau Banyak Barat. Layaknya sebuah kerajaan pada umumnya, Pulau Tuangku dipimpin oleh seorang raja, yang mana sebuah kerajaan tentu memiliki Sang Panglima Perang yang siap melindungi rakyat dan wilayah kekuasaan raja dari ancaman musuh.

Sejarah kerajaan di Pulau Tuangku tersebut sering diceritakan oleh orang tua bak cerita rakyat kepada generasi di bawahnya, sehingga telah lumrah di ketahui oleh masyarakat bahwa raja pertama di Pulau Tuangku itu bernama Sutan Malingkar Alam berasal dari Sumatra Utara.

Kerajaan Pulau Tuangku merupakan salah satu kerajaan yang terdapat di Aceh. Bukti-bukti peninggalan keberadaan kerajaan ini adalah masih ditemukannya pedang-pedang kuno yang berusia ratusan tahun kemudian makam raja-raja yang di maksud masih di temukan di Kampung Lamo Desa Haloban Kecamatan Pulau Banyak Barat Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh.

Sampai saat ini memang belum ada karya ilmiah dari para ahli sejarah yang membenarkan cerita kerjaan di Pulau Tuangku itu, sehingga penulis lebih tertarik mencoba menelusuri Cerita Pedang Sang Panglima Raja di Pulau Tuangku.

Pedang Sang Panglima diperkirakan telah berusia ratusan tahun, namun hingga saat ini masih utuh di rawat oleh kakek Kutarli (60) yang merupakan Keturunan Ke-6 (enam) dari Sang Panglima,

Turunan ke-6 (enam) dari sang Panglima Perang, Kutarli (60) pernah memperlihatkan Pedang tersebut Kepada Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, Anggota DPRK Aceh Singkil, Taufik Hakim, Kepala Desa Asantola, Mufliadi

“Sudah pernah makan orang ini (pedang) pada masanya (pedang)” Jelas Kutarli kepada hadirin yang berkunjung di Rumahnya beberapa bulan yang lalu.

Kepala Desa Asantola, Mufliadi mengatakan peninggalan ini, akan dikeluarkan (dipakai) pada saat acara pernikahan adat, yang di bawa oleh seorang pengawal pengantin (keturunan dari Panglima) pada saat acara pernikahan.

Ingin tahu lebih dalam, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid menanyakan kisah pedang tersebut “jadi pernah sama siapa pedang ini kek?”, Tanya Dulmusrid kepada Kutarli di sela-sela obrolan.

Namun karena usia pedang tersebut lebih tua dari kakek Kutarli, sehingga dirinya tidak dapat menjelaskan lebih dalam tentang kisah perjalanan pedang tersebut.

“Kalau ceritanya itu, agak kurang teringat, tingkat saya belum bisa menjelaskan sejelas-jelasnya karena waktu itu saya belum ada” Jelas Kutarli.

Bagaimanakah cerita kisah Kerajaan di Pulau Tuangku? Tentu akan menjadi kisah yang menarik untuk terus ditelusurikan? Setidaknya saksi sejarah yaitu Pedang Sang Panglima Perang Raja Pulau Tuangku, yang telah di genggam langsung oleh Orang nomor 1 (satu) di Aceh Singkil, Dulmusrid, tersebut masih ada hingga saat ini, Wallahu’alam.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Ucapan 300-2
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More