fbpx

Edaran Wajib Follow Instagram Aceh Besar Berlebihan

ASN Tidak Perlu Ikuti Surat Edaran Tersebut

761
Advokat Nourman Hidayat
Pengamat sosial dan aktifis sosial media Advokat Nourman Hidayat

SatuAcehNews – Surat edaran Bupati Aceh Besar yang mewajibkan Aparat Sipil Negara (ASN) memiliki akun dan follow Instagram Aceh Besar dirasa berlebihan. Salah seorang pengamat sosial Nourman Hidayat menganggap surat edaran tidak perlu diikuti.

Nourman Hidayat yang berprofesi sebagai advokat ini menilai surat edaran Bupati Aceh Besar terhadap ASN dan tenaga kontrak Aceh Besar terkait kewajiban memiliki akun Instagram Aceh Besar sudah offside dan tidak pantas dikeluarkan. Pasalnya, surat edaran ini bersifat ‘memerintahkan’ dengan kewajiban tertentu yang bukan merupakan tupoksi bagi ASN. Ia meminta bupati membatalkan saja surat edaran itu.

“Meskipun bersifat internal, Bupati Aceh Besar tidak perlu memerintahkan ASN dan tenaga kontrak untuk membuat akun Instagram dan melakukan like dan share dengan ikutan kata ‘wajib’ untuk sesuatu yang bukan tugas pokok bagi ASN dan tenaga kontrak,” ujarnya kepada SatuAcehNews di Banda Aceh Senin (06/07/2020).

Menurut Nourman, aplikasi berbagi photo dan video singkat ini masih asing di banyak kalangan.

“Instagram adalah platform khusus yang biasanya digunakan kaum milenial. Aplikasi dengan fitur berbagi photo dan video ini biasa digunakan oleh kaum muda milenial adalah sesuatu yang masih asing di sebagian kalangan. Tidak semua orang mampu menggunakan fasilitasnya, meskipun sekedar follow dan like sebuah postingan. Jika disematkan kata wajib maka akan ada konsekuensi sanksi. Padahal tidak ketentuan tersebut tidak memiliki dasar hukum apapun,” kata Nourman

Beberapa waktu lalu upati Aceh Besar Mawardi Ali mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 480/263/2020. Surat edaran tersebut berisi tentang penyeberluasan informasi, baik soal Covid-19 maupun pembangunan.

Pada surat itu, Mawardi meminta para kepala dinas untuk memerintahkan semua ASN dan tenaga kontak untuk membuat akun instagram dan mengikuti akun @humasacehbesar dan @mediacenter.acehbesar.

Selain itu, para ASN juga diminta untuk mengajak keluarga dan kerabat mengikuti akun tersebut. “Mewajibkan OPD (organisasi perangkat daerah) untuk mengikuti/follow akun instagram @humasacehbesar dan @mediacenter.acehbesar, serta mengunggah kembali atau repost konten berita dari akun tersebut,” kata Mawardi dalam surat tersebut.

Tidak hanya itu, kepala dinas juga diminta untuk melaporkan jumlah ASN dan tenaga kontrak yang telah mengikuti akun Instagram pemkab setempat, melalui grup WhatsApp.

Menurut Advokat Nourman Hidayat, Instagram tidaklah sepopuler Facebook di kalangan masyarakat khususnya ASN dan tenaga kontrak. Sikap pemerintah Aceh Besar dirasa mirip kebijakan kolonial yang memaksa bawahannya bersuara seragam.

“Ada beberapa platform sosial Media yang biasa digunakan untuk menyebarkan informasi. Platform sosial media yang paling familiar oleh masyarakat kita adalah Facebook. Tapi masalahnya mereka juga tak bisa dipaksakan untuk follow, menyukai atau share terhadap suatu informasi yang tidak mereka Minati. Ini mirip zaman kolonial,” lanjut Nourman.

Nourman yang juga pernah menjadi anggota dewan Aceh Besar dua periode (2004-2009, 2009-2014) menyebutkan bahwa perintah ini menjadi beban baru bagi ASN justru disaat mereka harus bertahan, berhemat di masa Covid. Karena Instagram menggunakan kuota internet yang juga besar. Itu berbiaya. Fasilitas komunikasi saja masyarakat kita terbatas.

Adanya surat edaran Ini mengindikasikan bahwa pemerintah Aceh Besar belum menjiwai kondisi masyarakat. Sehingga tidak kreatif dalam mengelola isue yang harus disampaikan ke publik khususnya warga Aceh Besar.

Nourman juga membandingkan dengan konten yang pernah dibuat oleh Polres Aceh Besar.

“Pemerintah Aceh Besar bisa membuat konten kreatif sebagaimana pernah dilakukan oleh Polantas di Polres Aceh Besar beberapa waktu lalu. Konten Yang mereka buat menjadi viral dan mampu mengubah persepsi masyarakat terkait keamanan berlalu lintas,” jelas Nourman, yang juga praktisi sosial media.

Tokoh Aceh Besar yang juga pemilik akun @advokat.nourman di Instagram ini ingin meluruskan bahwa fungsi sosial media saat ini tidak bisa dipaksakan. Pemilik sosial media bisa diciptakan lalu menjadi influencer karena kontennya menarik dan bermanfaat.

“Ayo, ubah cara. ASN harus mendapat perhatian lebih besar bukan dibebankan sesuatu yang belum urgen. ASN di Aceh Besar tidak ada kewajiban untuk patuhi surat edaran itu,” tutupnya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More