fbpx

Perebutan Hak Asuh Teuku Sukri dan Mar’ah Berakhir Damai

Teuku Muhammad Farhad Kini Diasuh Ibunya Hingga Tamat Sekolah Dasar

3.622

SatuAcehNews – Perjalanan panjang perebutan hak asuh antara Teuku Sukri Masnur dengan Mar’ah Sholihah menemui titik akhir. Kedua orang tua kandung Teuku Muhammad Farhad ini menyepakati perjanjian perdamaian.

Perjanjian perdamaian ini disepakati setelah kedua pihak melakukan mediasi yang kesekian kalinya. Di ruangan Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Kota Banda Aceh pada Kamis (02/07/2020) kedua pihak bertemu dan menyatakan berdamai.

Dalam draft perjanjian perdamaian yang diterima SatuAcehNews, disepakati bahwa Teuku Sukri Masnur bersedia menyerahkan hak asuh Muhammad Farhad (5 tahun) kepada ibu kandungnya yaitu Mar’ah Sholihah.

Kedua pihak yaitu T. Sukri Masnur dan Mar’ah Sholihah yang tak lain orangtua kandung T. Muhammad Farhad sepakat bersama-sama mendidik, melindungi, mencurahkan kasih sayang. Dengan demikian diharapkan dapat dipastikan tumbuh kembang T. Muhammad Farhad berjalan dengan baik sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya.

perjanjian damai Mar'ah Sholihah dan Teuku Sukri
Perjanjian perdamaian antara Mar’ah Sholihah dan Teuku Sukri Masnur terkait perebutan hak asuh anak kandung mereka, Teuku Muhammad Farhad.

Selanjutnya Mar’ah Sholihah diwajibkan tetap memberi akses kepada T. Sukri setiap saat untuk bertemu langsung ataupun berkomunikasi dengan Farhad kapan saja tanpa ada upaya menghalang-halanginya.

Poin selanjutnya dalam perjanjian perdamaian tersebut adalah tentang pendidikan Teuku Muhammad Farhad. Setelah Farhad tamat dari SD atau yang sederajat, Mar’ah Sholihah harus menyerahkannya kepada Teuku Sukri untuk melanjutkan pendidikannya di Aceh. Dalam kesepakatan tersebut disebut bahwa Farhad akan melanjutkan pendidikannya di pesantren di Provinsi Aceh.

Jika kemudian T. M. Farhad tidak merasa betah atau nyaman atas rencana kelanjutan pendidikannya tersebut, maka Farhad berhak untuk menentukan pilihannya sendiri.

Konsekuensi perjanjian perdamaian ini, kedua pihak harus mencabut segala tuntutan hukum yang sedang berjalan di kepolisian. Sebagai mana diketahui, pihak Mar’ah pernah melaporkan Teuku Sukri ke Polres Abdya atas sangkaan menghalangi keputusan pengadilan agama terkait hak asuh anak. Mar’ah juga pernah melaporkan kerabat Teuku Sukri yaitu Zulkarnain Cs ke Polresta Banda Aceh atas sangkaan melakukan tindak pidana menyembunyikan anak di bawah umur secara tidak sah. Begitu juga salah satu kerabat Teuku Sukri yaitu Irfan Daulay pernah melaporkan Mar’ah Sholihah ke Polres Abdya.

Ucapan 300

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Ucapan 300-2
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More