fbpx

Diduga Langgar Kode Etik, Kapolres Subulussalam Dilaporkan ke Propam Polda Aceh

2.732

SatuAcehNews – Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono dilaporkan ke Propam Polda Aceh atas dugaan pelanggaran kode etik profesi. Pelapor adalah warga Aceh Singkil bernama Yakarim Munir.

Yakarim M merasa dirugikan atas tindakan Kapolres Subulussalam dan jajaran yang telah menahan satu unit escavator miliknya tanpa alasan dan dasar hukum yang jelas.

Menurut Yakarim, Kapolres Subulussalam telah melanggar kode etif profesi Polri karena tidak menerapkan nilai-nilai tribrata dan catur prasetya. Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang umum Kepolisian, Kapolres dinilai tidak menjaga dan meningkatkan citra, soliditas, reputasi, dan kehormatan Polri.

“Ada kode etik profesi Kepolisian yang telah dilanggar oleh Kapolres. Ia tidak menjalanakan tugas secara profesional, proporsional, dan prosedural. Ada perbuatan penyalahgunaan wewenang disini, yaitu dengan menyita barang tanpa dasar hukum,” tegas Yakarim pada media Rabu (15/07/2020).

Penasehat Hukum pelapor, Kasibun Daulay SH dan Faisal Qasim SH MH menuturkan bahwa perbuatan Kapolres Subulussalam dan jajarannya telah melanggar kode etik profesi Polri. Sebagaimana yang diatur dalam Pasal 2 huruf a dan Pasal 7 Ayat (1) huruf b dan c Peraturan Kepala Kepolisiaan Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Kasibun Daulay SH menyebutkan, laporan kliennya sudah diterima oleh Propam Polda Aceh dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPL/57/VII/YAN.2.5./2020/Yanduan tertanggal 8 Juli 2020.

“Alhamdulillah, laporan klien kami tersebut langsung diterima oleh bagian Propam Polda Aceh. Pada hari itu juga ia dimintai keterangan untuk dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Unit I Riksa Propam Polda Aceh,” terang Daulay.

Kemudian Kasibun juga menjelaskan bahwa selain Kapolres, pihaknya juga melaporkan Kasatreskrim Polres Subulussalam yang juga diduga telah melakukan pelanggaran kode etik. Kasatreskrim Polres Subulussalam diduga memberi perlakuan khusus dan berbeda terhadap salah seorang tokoh di Subulussalam. Advokat senior ini menyebut bahwa tokoh tersebut dianggap melakukan pelanggaran hukum dan telah dilaporan berkali-kali oleh Yakarim M. Anehnya, proses pengusutannya mangkrak dan tidak jalan tanpa ada penjelasan.

“Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, klien kami menempuh upaya-upaya yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan dengan melaporkan oknum penegak hukum “nakal”. Oknum tersebut dianggap telah bertindak melampui kewenangannya. Ini juga saya kira bagian dari pengawasan masyarakat terhadap aparat penegak hukum kita. Demi memperkuat peran Polri sebagai institusi yang melayani dan melindungi masyarakat,” papar Kasibun.

Selanjutnya Kasibun meminta Propam Polda Aceh agar bertindak cepat dan tepat dalam menindaklanjuti laporan kaliennya tersebut. Citra institusi Kepolisian khususnya Polda Aceh dalam mengayomi melayani, humanis serta profesional yang sedang giat-giatnya dibangun tidak tercoreng oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Ucapan 300

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Ucapan 300-2
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More