fbpx

Sembunyikan Anak Di Bawah Umur, Kerabat Teuku Sukri Dilaporkan ke Polresta Banda Aceh

Penasehat Hukum Desak Polisi Segera Tetapkan Sukri, Zulkarnain Cs Sebagai Tersangka dan Menahannya

1.341

SatuAcehNews Kasus perebutan hak asuh anak yang bernama Teuku Farhad bergulir liar. Teuku Sukri Masnur menyembunyikan Teuku Farhad pada kerabatnya di Banda Aceh agar tidak bertemu dengan ibu kandungnya sendiri, Mar’ah Sholihah. Dianggap tidak memiliki itikat baik, Teuku Syukri dan 3 kerabatnya dilaporkan Mar’ah Sholihah ke Polresta Banda Aceh.

Pada akhir  bulan Ramadhan yang lalu Sukri Masnur, melalui perwakilan keluarga, meminta pihak Mar’ah Sholihah ibu dari Teuku Farhad untuk bermusyawarah. Dalam pertemuan tersebut, Sukri Masnur menawarkan opsi untuk merawat Teuku Farhad selama 5 tahun. Selanjutnya Farhad akan dipelihara oleh Mar’ah Sholihah. 

Baca juga: Masalah Hukum Dosen Terkait Perebutan Anak, Ini Kronologisnya

laporan polisi teuku sukri
Bukti Laporan Kepolisian atas nama Zulkarnain beserta istri dan anaknya di Polsekta Banda Aceh dengan dugaan pindak pidana menyembunyikan anak di bawah umur tanpa hak.

Mar’ah Sholihah dalam Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor 1007/Pdt.G/PAJS menyebutkan hak asuh anak jatuh kepada ibu kandungnya tersebut. Namun pihak Sukri mengabaikan putusan tersebut dan menyembunyikan Farhad sejak 27 Februari 2019 hingga hari ini. 

Pada awalnya pihak Mar’ah Sholihah sebagai ibu kandung Teuku Farhad, sudah sepakat dengan isi perjanjian damai pengasuhan anak tersebut. Hal ini karena ada klausul perjanjian yang memperbolehkan Mar’ah bertemu dengan anaknya. Kerinduan yang sudah setahun lebih tak bertemu anak kandung satu-satunya dari seorang ibu membuatnya luluh untuk menyepakati tawaran perjanjian yang sebenarnya timpang sebelah dan tidak adil tersebut.

“Saya awalnya menolak perjanjian tersebut karena sangat tidak adil. Tapi kemudian saya terpaksa menerima perjanjian tersebut walau dengan berat hati. Saya sih inginnya bisa bertemu anak kandung saya Farhad, walau cuman sebentar,” Mar’ah menjelaskan dengan mata berkaca-kaca.

Namun bagaikan petir disiang bolong, sebelum perjanjian sempat ditandatangani, Mar’ah mendapat informasi, kalau anaknya sudah dipindah tangankan kepada orang lain di Banda Aceh. Mendengar kabar tersebut, Mar’ah segera berangkat ke Banda Aceh pada tanggal 20 Mei yang lalu atau akhir Ramadhan menjelang Idul Fitri.

Melalui informasi dari pihak lain, Mar’ah mendapat informasi kalau anaknya benar berada di rumah kerabat Sukri Masnur yang bernama Zulkarnain. Farhad terlihat di rumah Zulkarnain, Jalan Ir. Mohd Taher Dusun Ibrahim Desa Lamdom Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh. Kemudian Mar’ah mendatangi rumah tersebut, namun pihak tuan rumah tidak menerimanya dengan ramah kedatangan Mar’ah. Bukannya sekedar mengizinkan Farhad bertemu ibu kandungnya, Zulkarnain malah mengusir Mar’ah dari rumah tersebut. Perlakuan dan kata-kata kasar juga terlontar dari istri dan anak Zulkarnain. Harapan bertemu buah hatinya walaupun hanya sejenak saja kembali hancur.

Atas perilaku yang dirasa tidak menunjukkan itikad baik kekeluargaan, Mar’ah yang didampingi Penasihat Hukum Nourman Hidayat, SH dari Kantor Hukum KASIBUN DAULAY dan Rekan melaporkan Zulkarnain, istri, dan anaknya ke Polresta Banda Aceh. Zulkarnain, istri, dan anaknya dilaporkan dengan dugaan menyembunyikan anak dibawah umur (Pasal 330-331 KUHP).

Proses hukumnya sedang berlangsung di Polresta Banda Aceh, pada hari Kamis, tanggal 4 Juni 2020. Pihak pelapor sudah menyampaikan keterangan kepada penyidik di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak – PPA Polresta Banda Aceh dan juga menghadirkan tiga orang saksi pelapor.

Baca Juga: Ambil Anak Secara Paksa, Dosen Di Kota Meulaboh Dilaporkan Ke Polisi

Kasibun Daulay
Penasehat Hukum Mar’ah Sholihah, Kasibun Daulay dari Kantor Hukum Kasibun Daulay dan Rekan

Menurut Kasibun Daulay, SH Penasehat Hukum Mar’ah Sholehah, terlapor Zulkarnaen selain bisa dikenakan pasal 330 KUHP bisa juga dikenakan atau diancam delik UU Perlindungan Anak/ UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Zulkarnain Cs bisa diancam dengan UU Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya gak main-main, di atas lima tahun penjara,” terang Kasibun Daulay kepada SatuAcehNews Jumat (05/06/2020) melalui pesan WhatsApp.

Zulkarnain Cs telah melakukan dugaan pidana karena dengan tanpa hak mengambil alih anak dibawah umur. Kasibun meminta pihak kepolisian bergerak cepat, karena ancaman hukuman laporan ini diatas lima tahun penjara.

“Polresta Banda Aceh harus segera menetapkan terlapor sebagai tersangka dan melakukan penahanan kepada terlapor. Kami meminta pihak kepolisian untuk memproses kasus ini dengan profesional dan cepat,” lanjut pengacara senior ini. #

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More