OPINI: Mengenal Pemerintahan Melalui Perspektif Ontologi, Epistimologi, Dan Aksiologi

  • Bagikan

SatuAcehNews, Oleh : Nabela Sifa Ningrum*

Suatu penjelasan yang sangat berbeda antara pemerintah dan pemerintahan yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat yaitu, pemerintahan merupakan suatu sistem yang memiliki fungsi serta tugas yang merangkap seluruh lembaga serta tatanan-tatanan yang ada di sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan pemerintah adalah sebuah organisasi yang menjalankan serta mengelola pemerintahan tersebut, seperti lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Mereka sebagai sebuah lembaga yang sangat berperan di sebuah negara untuk mengelola dan menjalankan suatu sistem pemerintahan agar terwujudnya sebuah tujuan bersama.

Kemudian kita melihat serta mengenal “pemerintahan” dari segi filsafat yaitu ontologi. Ontologi berasal dari Bahasa Yunani yaitu onto yang berarti ada dan logos berarti ilmu jadi ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat dari segala sesuatu. Di dalam ontologi di bahas mengenai sesuatu yang konkret baik berupa fisik maupun metafisik. Jadi, jika kita melihat kembali ke “pemerintahan” artinya di dalam kajian ontologi ini “pemerintahan” berperan sebagai sebuah bentuk nyata berupa objek atau wujud yang tentunya bisa dipercaya oleh masyarakat serta di pelajari sebagai sebuah wujud atau sifat yang memiliki struktur serta teori. Dalam arti lain, Ontologi “pemerintahan” yaitu berupa sistem, bahkan berbagai sistem yang bisa dikenali oleh masyarakat, namun di tengah banyaknya sistem ini, masyarakat masih bisa dan mampu mengetahui jika sistem di ubah sedemikian rupa pun masyarakat tetap mengetahui bahwa itu sistem yang sedang dijalankan.

Selanjutnya, dari perspektif epistimologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana terjadinya sesuatu, epistimologi berasal dari Bahasa Yunani episteme yang artinya pengetahuan dan logos yang berarti ilmu. Dalam kajian epistimologi hal yang di bahas adalah mengenai bagaimana terjadinya sesuatu, asal mula, metode serta benar atau tidaknya suatu pengetahuan dan bagaimana terjadinya proses pengetahuan tersebut. contohnya, dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan bagaimana kita mendapatkan uang, dengan cara apa, dan bagaimana prosesnya.

Jika, sebelumnya kita membahas tentang ontologi yaitu hakikat sesuatu, bentuk nyata serta wujud dan sifat, maka di dalam epistimologi kita membahas mengenai bagaimana terjadinya proses dari sebuah bentuk nyata, wujud dan sifat tersebut. Mengenal “pemerintahan” melalu epistimologi yaitu bagaimana terjadinya proses atau asal mula dari “pemerintahan” itu sendiri, dari segi epistimologi ini bisa kita lihat bahwa pemerintahan berasal dari dua suku kata perintah dan merintah, bisa di artikan bahwa pemerintahan adalah suatu sistem yang memiliki kekuasaan untuk mengatur dan mengelola suatu daerah. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dibentuknya “pemerintahan” yaitu karena sebuah negara membutuhkan sistem yang bisa mengatur dan mengelola negara tersebut agar menjadi lebih baik dan bisa mencapai suatu tujuan demi kepentingan bersama.

Mengulik sedikit tentang kajian filsafat kembali, yaitu aksiologi yang berasal dari Bahasa Yunani axion (nilai) dan logos (ilmu), jadi aksiologi berbicara tentang apa nilai, serta manfaat dan hakikat dari sebuah pengetahuan tersebut. Di dalam aksiologi ada dua hal yang utama yaitu etika dan estetika. Etika adalah moralitas dari suatu pengetahuan tersebut dan estetika adalah keindahan yang ada di dalam pengetahuan tersebut. Melalui aksiologi, kita dapat mengetahui apa manfaat, nilai serta hakikat dari “pemerintahan” itu sendiri. Hal itu terbukti dengan adanya kegunaan, nilai, dan fungsi dari “pemerintahan” tersebut.

Dalam kajian epistimologi membahas bagaimana proses terjadinya “pemerintahan”, pada kajian aksiologi membahas apa manfaat serta nilai dari “pemerintahan” tersebut. Manfaat dari “pemerintahan” tentunya memiliki tujuan utama yaitu untuk mensejahterakan masyarakat, serta melayani dan memberikan apa yang seharusnya di berikan kepada masyarakat.

Setelah membahas mengenai ketiga kajian ini kita bisa mengenal dan mengetahui ap aitu “pemerintahan” melalui perspektif ontology (hakikat dari “pemerintahan”, yaitu wujud, bentuk nyata, serta sifat yang tentunya bisa di percaya oleh masyarakat), lalu melalui perspektif epistimologi (yakni bagaimana proses terjadinya serta metode dari “pemerintahan” itu) dan perspektif aksiologi (membahas tentang manfaat, nilai dan hakikat dari “pemerintahan” serta etika dan estetikanya). (RED/AFA)

Banda Aceh, 5 Mei 2021

*Mahasiswi Ilmu Pemerintahan Universitas Syiah Kuala

Idul Fitri 1442H SatuAcehNews
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.