Operasi Yustisi, Tim Gabungan Tegur Yang Tidak Patuhi Prokes

  • Bagikan

SatuAcehNews | Lhokseumawe – Tim Gabungan Kota Lhokseumawe menggelar Operasi Yustisi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya menjaga protokol kesehatan di era pandemi Covid-19.

Semua pihak terus berupaya mengajak masyarakat untuk dapat disiplin mematuhi Protokol Kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid – 19, salah satunya dengan cara Gelar Operasi Yustisi.

Operasi Yustisi Tim gabungan Lhokseumawe

Seperti halnya yang dilakukan tim gabungan di Kota Lhokseumawe, Aceh, yang terdiri dari TNI Kodim 0103/Aceh Utara dan Polisi dari Polres Lhokseumawe beserta Satpol PP/WH, Minggu malam (09/05/2021).

Dalam Operasi Yustisi ini, tim gabungan (Tim Gugus Tugas Covid) menyasar tempat-tempat keramaian seperti di Cafe maupun warung kopi. Mereka mengedukasi masyarakar agar tetap disiplin penggunaan masker maupun Protokol Kesehatan.

Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, mengatakan tujuan Operasi Yustisi untuk melakukan peringatan terhadap pendisiplinan dan anjuran penggunaan masker kepada masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan saat bepergian di luar rumah dan agar menjaga jarak saat berada di keramaian.

Operasi Yustisi Lhokseumawe

“Sejumlah personil gabungan, baik dari Personil TNI-Polri, Satpol PP memberikan edukasi dan mengingatkan sekaligus mendisiplinkan serta menyadarkan kepada masyarakat terkait protokol kesehatan salah satunya penggunaan masker, guna mencegah Covid – 19,” ujar Dandim.

Dalam hal ini pihaknya menegur dan memberikan peringatan kepada pengunjung cafe yang kedapatan tidak menggunakan masker. Sebaliknya, menyampaikan terimakasih bagi pengunjung yang mematuhi protokol kesehatan salah satunya menggunakan masker dan jaga jarak.

Tak hanya itu, petugas juga memberikan tindakan bagi pelanggar. Adapun sanksi diberikan sesuai dengan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe (Perwal) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker yang berisi tentang sanksi.

Yang mana dalam aturan itu disebutkan, bahwa jika warga berulangkali tidak patuh maka sanksi berikutnya yakni tidak akan dilayani urusan administrasi kantor Pemerintah atau denda Rp 50.000 bagi perorangan dan denda Rp, 500.000 bagi pemilik usaha. (CSB)

Idul Fitri 1442H SatuAcehNews
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.