fbpx

Dampak Covid-19 Di Kabupaten Aceh Barat Daya

143

SatuAcehNews – Berbicara tentang Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bukan hanya tentang wabah, tetapi kini berbagai macam dampak buruk terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Pasalnya, segala aktivitas masyarakat menjadi terganggu disebabkan oleh upaya yang dibangun pemerintah dalam hal memutus mata rantai penyebaran pandemi tersebut.

Aceh Barat Daya (Abdya) misalnya, sebagai salah satu kabupaten yang terinfeksi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Abdya terus melakukan berbagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Mulai upaya Social Distancing, Physical Distancing, anjuran untuk #dirumahsaja hingga pemberlakuan jam malam yang dilakukan beberapa pekan lalu.

Upaya-upaya tersebut tentu saja merupakan hal yang patut dilakukan oleh pemerintah di tengah pandemi ini. Namun di balik dari itu, upaya-upaya yang di terapkan tersebut akan melahirkan berbagai macam dampak buruk di dalam kehidupan masyarakat.

Di sektor ekonomi, Abdya dikenal salah satu daerah penghasil kelapa sawit. Sejak merebak pandemi Covid-19 harga kelapa sawit kian menurun dari hari ke hari. Jika sebelum pandemi harga sawit di Abdya mencapai berkisar 1.200 ribu/kg, saat ini harga sawit turun menjadi 900 rupiah sampai dengan 800 rupiah per kilo. Hal ini disebabkan oleh berkurang nya permintaan kelapa sawit dari luar daerah. Sehingga ketersedian kelapa sawit hanya menumpuk di Abdya. Informasi ini juga saya dapat kan dari Eka Suardy (43) yang merupakan salah seorang petani kelapa sawit di Abdya.

Sebagai daerah penghasil kelapa sawit, tentu hal ini sangat terganggu pada proses peningkatan kualitas perekonomian di Abdya. Dampak buruk tersebut, bukan hanya dirasakan oleh pekebun kelapa sawit. Dikutip dari aceHTrend.com pada (4 Mei 2020), beberapa harga bahan pokok juga melunjak disebabkan pandemi ini. Seperti bawang, karena sebelum pandemi bawang  berkisar Rp 30. 000  sampai dengan Rp 45.000 perkilo tetapi saat ini harga bawang mencapai 55.000 sampai dengan 60.000 perkilo.

Di sektor sosial, segala keterbatasan sosial yang diterapkan pemerintah juga akan berdampak buruk pada kualitas kehidupan sosial di kalangan masyarakat Abdya. Anjuran #dirumahsaja sebabnya, kemajuan teknologi membuat anak – anak cenderung lebih sensitif mengikutinya. Terlebih lagi masa pandemi ini, Anjuran #dirumahsaja mempersempit ruang bagi anak – anak beraktivitas di luar, tidak menutup kemungkinan anjuran tersebut membuat mereka menghabiskan waktunya dengan bermain gadget. Hal seperti ini memerlukan peranan besar orang tua dalam mendidik anak agar dimasa pandemi ini semakin produktif.

Selain itu pandemi ini juga berdampak pada berkurang nya lapangan perkerjaan dan sangat di takutkan kegiatan kriminal meningkat disebabkan wabah yang tak tahu kapan berakhir ini, seperti mencuri yang disebabkan oleh kehilangan sumber mata pencarian. Maka oleh karenanya, Covid-19 memang telah merusak. Sehingga melahirkan berbagai macam dampak buruk pada perekonomian dan sosial.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Abdya di haruskan membuat upaya – upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang juga berdampak tidak baik pada kualitas perekonomian maupun aspek sosial di dalam kalangan masyarakat Abdya.

Aldi Ferdian
Mahasiwa UIN Ar-Raniry
Peneliti Muda, UKK Riset dan Publikasi Ilmiah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More