fbpx

Natural Aceh gelar webinar kebencanaan dan assessment ke posko pengungsian

179

SatuAcehNews – Natural Aceh kembali mengadakan Webinar kebencanaan dengan tema Banjir: Evakuasi dan Strategi Menghadapinya dengan mengadirkan Fadhil, S.Sos, MM selaku staf Ahli Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah Kota Banda Aceh yang juga mantan Kalaksa BPBD Banda Aceh. Dalam paparan yang diikuti 41 peserta tersebut, Fadhil mengatakan bahwa sebagai salah satu Kota rawan bencana di indonesia, pemko Banda Aceh tidak tinggal diam, dalam hal mitigasi bencana bahkan mempunyai Rencana Penanggulangan Bencana (Blue Print) strategi dan upaya yang sistematis yang terencana untuk memperkuat sarana prasarana (struktural) maupun kesiapsiagaan masyarakat, kepedulian dan kepahamanan (non formal). Beberapa penyebab banjir di Banda Aceh adalah 1. daratan Banda Aceh yang dibawah permukaan air (0,8 km) lebih rendah dari laut; 2. debit hujan/curah hujan ekstrem, 3. suplai air di hulu besar sekali; 4. pasang purnama dari laut 5. sikap masyarakat dalam menjaga lingkungan dan 6. rencana tata ruang kota dan regulasi pemko yang tidak diindahkan masyarakat dan dunia usaha. Dengan keadaan sekarang, 12 jam saja hujan berturut-turut, Banda Aceh akan tergenang namun akan terjadi penyurutan jika drainase normal dan tidak tersumbat apalagi jika hujan 2 hari berturut-turut, Banda Aceh, Ahad (10/05/2020).
Tia Sasmita Sari, selaku Panitia dan Program Manager Natural Aceh bidang Kebencanan inklusi mengatakan bahwa webinar ini diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa tanggung jawab bersama diperlukan untuk mengatasi banjir dimasa mendatang untuk membangun mitigasi yang tangguh.
Selain melakukan webinar, Divisi Kebencanaan Natural Aceh juga akan melakukan assesment ke posko-posko pengungsian di beberapa titik untuk mengumpulkan data awal dan kebutuhan masyarakat serta jenis intervensi yang dilakukan. “Kami masih melihat bantuan hanya fokus pada lokasi tertentu dan jenis yang sama” Ujar Dinni Syafira Mahmudi yang turut melakukan assesment di beberapa titik di Aceh Besar.
Sementara itu di Gampong Ujung Pandan Kabupaten Aceh Selatan, tim yang berbeda yang dipimpin oleh Risna Erita selaku Junior Program Manager Natural Aceh melakukan distribusi bantuan sembako kepada puluhan perempuan terdampak covid-19 sembari melakukan penyuluhan mitigasi (cuci tangan yang benar dan penggunaan masker). (RED/ZAS)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More