fbpx

Meski dilarang, Gampong Matang Neuheun tetap Bagikan Sembako Pakai Dana Desa, ini penjelasannya

133

SatuAcehNews – Gampong Matang Neheun, Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur mulai membagikan Sembako kepada warganya, pembagian sembako dilakukan di Kantor Keuchik Gampong tersebut pada Senin (4/5/2020).

Keuchik Matang Neuheun, Muzakir H. Manan menjelaskan bahwa Pembagian sembako di gampongnya sudah berjalan sejak tahun 2019 yang lalu, biasanya kami bagikan di akhir tahun, namun karena kondisi saat ini dan banyak warga yang mengalami kesulitan ekenomi akibat Wabah ini, maka nya pembagian sembako tahun 2020 ini kita ajukan pada awal tahun. “jadi ini bukan Sembako COVID-19” ya dan ini sudah disetujui oleh DPMG Aceh Timur” tegas Muzakir
Pembagian Sembako ini di lakukan setelah dianggaran memalui kegiatan Program Bantuan Sosial untuk Fakir miskin anggaran sebesar Rp. 64 jt pada APBG Tahun 2020 yang sudah ditarik di akhir April kemarin (tahap I).
Sembako ini diperuntuk bagi 213 KK, namun sembako ini tidak diberikan kepada PNS dan penerima PKH dari Pemerintah. Sembako ini, diantaranya kita peruntunkan kepada masyarakat miskin dan lansia sebut Muzakir, Pada Tahun 2019 yang lalu, kita alokasikan sebesar Rp. 40 jt dengan 201 KK yang menerima manfaat dari program tersebut.
Adapun Isi paket sembako yang dibagikan diantaranya berupa beras 1 Sak 15 Kg, Minyak Goreng 3 Kg, Gula Pasir 3 Kg, Telur Ayam 1 Papan, dan Kurma 1,5Kg.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pemerintah kabupaten aceh timur melalui Plt Kadis DPMG Aceh Timur, Talfialsyah melarang pengadaan sembako bagi warga terdampak Covid-19 karena belum ada regulasi.

Dikutip pada laman serambi.com Sabtu(11/4), Talfialsyah mengatakan desa yang telah mencairkan dana gampong tahap I harus segera membentuk Tim Relawan Gampong Tanggap Covid-19. Hal itu sesuai Surat Edaran Bupati Aceh Timur, dalam rangka pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), beserta dampaknya dalam Kabupaten Aceh Timur.

namun ia menyebutkan bahwa tidak dibenarkan melakukan pengadaan sembako bagi warga terdampak Covid-19 karena belum ada regulasi.

Dikesempatan terpisah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar juga Tegaskan BLT Dana Desa Harus Berupa Uang Bukan Sembako, mendes memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin di desa terdampak COVID-19 bukan berbentuk barang ataupun sembako, melainkan dalam bentuk uang.

“Ada yang bertanya, apakah boleh BLT Dana Desa diberikan dalam bentuk sembako? Jawabannya tidak boleh, harus berupa uang,” ujar Abdul Halim dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2020) seperti dikutip di laman detiknews.

Jurnalisme Warga – Yanwar Fakhri

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More