Terkait Hilangnya Nyawa Janda Muda, Peristiwa Itu Sudah Ada Titik Terangnya

  • Bagikan

SatuAcehNews – Aceh Tenggara | Seorang perempuan muda warga Desa Lawe Khutung, Kecamatan Lawe Bulan, yang bernama Dilla (28) yang sudah tak bernyawa saat berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sahudin Kutacane, pada Sabtu (10/04) kini sudah mulai ada titik terangnya peristiwa tersebut, Jum’at (16/04/2021).

Ternyata ada keterlibatan oknum personel polisi yang bertugas di Mapolres Aceh Tenggara dalam kematian perempuan muda disalah satu lokasi di Kecamatan Ketambe pada Sabtu yang lalu, (10/04).

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Wanito Eko didampingi Kasat Reskrim AKP Suparwanto, Kasat Narkoba, Iptu Sabrianda serta Kasubbag Humas Iptu Saniman dalam konfrensi (PERS) pada Jumat sore (16/04/2021) digedung Mapolres Agara menyatakan, kejadian tewasnya wanita yang sempat dibawa ke RSUD Sahudin. Kutacane Aceh Tenggara.

Peristiwa itu berawal pada Jum’at (09/04) sekitar pukul 21.00 WIB, korban Dilla ada menghubungi sahabatnya yang kini menjadi saksi berinisial R.

“Malam itu mereka diajak oleh salah satu oknum polisi yang kini telah ditingkatkan statusnya menjadi terduga pelaku atau tersangka berinisial KA untuk dugem disalah satu lokasi di kawasan Lawe Ger-Ger, Kecamatan Ketambe,” kata Kapolres Wanito Eko.

Kemudian tak lama KA bersama rekannya polisi sekitar pukul 24.00 WIB mengendarai mobil kijang Avanza warna silver menjemput mereka tersebut.

“Awalnya mereka singgah di Kota Kutacane untuk membeli air mineral disalah satu kios, lalu lanjut membeli nasi goreng disalah satu warung yang ada di depan RSUD Sahudin sebanyak 10 bungkus,” katanya.

Setelah itu saat mereka tiba di desa Peranginan, Kecamatan Badar rombongan itu ternyata singgah membeli miras anggur merah 2 botol.

“Kemudian mobil tersebut bergerak menuju salah satu lokasi di desa Lawe Ger-Ger. Disana sudah ada 3 pria lain menggunakan mobil menunggu mereka.”

Setelah mobil berhenti dan diparkirkan lalu para penumpang turun sambil mengeluarkan sound system.

Sementara tersangka KA menghampiri korban lalu memerintahkan dia untuk membuka mulutnya Ternyata pelaku memberikan sesuatu kedalam mulut korban yang diduga pil ekstasi.

“Tak berselang lama korban dan KA keluar dari mobil dan menuju salah satu pondok dilokasi tersebut sambil berjoget,” jelas Wanito Eko.

Kata Kapolres, saat itu saksi (red-Rina) melihat korban berjoget sudah tidak beraturan seperti orang kesurupan hingga sempat terjatuh kemudian tersangka KA mengangkat korban dan membawanya ke dalam mobil bersama Rina.

“Pada saat itu saksi meninggalkan korban bersama tersangka, kemudian saksi pun kembali lagi berjoget, tak lama kemudian dia dipanggil oleh KA untuk melihat kondisi korban yang sudah semakin lemas”.

Saat itu Rina memijat korban, ternyata kondisinya semakin drop dan saksi meminta tersangka KA untuk melarikan korban ke RSU.

“Setelah itu KA menghidupkan mobilnya avanza silver dan tiba-tiba mobil itu mati. Lalu korban dilarikan ke RSU menggunakan mobil lain yang berada dilokasi,”katanya.

Dalam perjalanan, Rina sempat memegang korban namun sudah tak lagi bergerak.

Bahkan nadi tangannya sudah hilang dan setibanya di RSU, korban diserahkan ke petugas medis, ternyata ia sudah tak bernyawa.

Sekitar pukul 06.00 WIB saksi dan KA mendatangi rumah korban dan tersangka KA memberitahukan kepada ibu korban di desa Titi Panjang dan keluarganya di desa Lawe Sagu.

Barang bukti yang diamankan satu unit mobil avanza silver dan pakaian korban beserta botol minuman yang dikonsumsi dilokasi kejadian.

Jadi, kata Kapolres penyebab kematian wanita muda itu dugaan awal akibat overdosis. Hal itu terungkap dari hasil penyelidikan.

“Namun kini kami masih melakukan pemeriksaan dan penggalian informasi atas kasus tersebut,” tutupnya. (ARS)

Nasir Djamil Aceh Satu
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.