Rutinitas Pembacaan Maulid Nabi Remaja Masjid Desa Suka Rakyat

  • Bagikan

SatuAcehNews, Oleh : Jusandi*

Jika mendengar kata remaja masjid yang ada di benak kita adalah remaja-remaja yang senantiasa melakukan segala aktivitas keagamaan dan selalu memakmurkan masjid. Hal ini sangat perlu dan harus di jaga keberadaannya untuk generasi selanjutnya, supaya masjidnya menjadi makmur. Remaja masjid merupakan organisasi yang menggunakan konsep Islam dengan menerapkan asas musyawarah, mufakat dan amal jama’i atau gotong royong dalam melakukan suatu aktivitas.

Remaja masjid sangat di perlukan keberadaanya sebagai alat untuk mencapai tujuan dakwah dan wadah bagi remaja muslim dan beraktivitas di masjid. Dakwah yang baik adalah yang dilakukan dengan cara terkonsep, terarah, terus menerus dan bijaksana, karena itu perlu di lakukan secara teratur dan terarah. Didalam al-qur’an surah al-imran ayat 104 yang artinya “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka orang-orang yang beruntung.

Saya sangat beruntung sekali bisa masuk dan ikut andil dalam kegiatan yang di lakukan remaja masjid, khususnya remaja masnjid yang ada di Desa Suka Rakyat. Banyak sekali kegiataan yang dilakukan khususnya dalam bidang keaagamaan, walaupun saya hanya anggota. Dan kegiataan yang membuat saya selalu hadir adalah setiap malam Sabtu, karena mereka selalu mengadakan pembacaan mauled adhiya ‘ulami karangan dari al Habib Umar bin Salim bin Hafidz. Siapa yang tidak kenal dengan ulama yang mashyur tersebut dengan gaya ceramah yang santun dan lembut wajah yang indah untuk dipandang  membuat  yang melihat dan mendengar ceremah beliau pasti jatuh cinta.

Ketika saya tanyakan kepada Ketua Remaja Masjid Ikram Sura, kenapa harus membaca maulid, kenapa tidak membuat kegiataan yang lain, jawabannya sangat mengetuk hati saya, “kita disini mengajak anak muda membaca maulid agar muncul dan tumbuh rasa cinta kepada rasullullah  agar anak muda memiliki rasa rindu ketika nama Nabi Muhammad di sebutkan, kalau kita belum ada rasa rindu, dan rasa cinta, ketika nama Nabi Muhammd di sebutkan di hadapan kita itu tandanya rasa cinta kita masih lemah. Alasannya karena ketika kita mencintai harta di saat kita kesusahan apapun kita mendapatkan harta yang melimpah maka kesedihan dan kesusahan akan hilang yang artinya, jika kita mencintai sesuatu maka cinta itu bisa memberikan kebahagian kepada kita. Begitu juga kalau  cinta shalawat, cinta kepada Nabi Muhammad, cinta kepada Allah, cinta kepada zikir maka di saat susah kita tidak perlu pergi jauh atau mencari suasana baru untuk menenangkan hati, di saat kita sakit seorang pecinta Allah dan Rasulnya tidak perlu susah payah mencari obat, karena sesuatu yang kita cintai bisa menjadi obat untuk kita. Bahkan di zaman rasulullah ketika seorang cinta kepada sholat maka sholat tersebut menjadikan obat untuk pencintanya”.

Cara berdakwah banyak caranya, berdakwah bukan hanya sekedar di mimbar tetapi bisa dari musik, bisa dari bidang olahraga, dan masih banyak cara berdakwah. Seperti yang dilakukan ketua remaja masjid Desa Suka Rakyat berdakwah melalui musik dengan cara bermain hadroh (rebana), dan cara yang di lakukan sangat mudah, banyak yamg meremehkan cara dakwah yang dilakukan anak muda. Jika anak muda di tanya kenapa enggak mau hadir di majelis ilmu atau majelis maulid, rata-rata mereka menjawab, jika mengaji bersama orang tua, mengajinya sangat kaku dan selalu men-judge anak muda, mengharamkan musik, di larang pakai celana jeans dan lain sebagainya.

Namun ketika ketua remaja masjid merangkul anak muda setempat ketua remis mengajak mereka dengan cara anak muda dengan berolahraga. Ketika masuk  waktu solat ketua remaja masjid mengajak anak muda untuk solat, sehingga muncul lah rasa simpatik kepada ketua remaja masjid, dan secara perlahan banyak anak muda masuk kedalam remaja masjid.

Maka tidak heran jika BKPRMI kecamatan menganugerahkan kepada remaja masjid Suka Rakyat menjadi remaja masjid terfavorit di kecamatan rantau karena kegaiatannya, dan karena anggotanya yang sangat ramai.

Ketika membaca maulid kita harus memiilki adab-adab yang perlu di perhatikan, seperti berpakaian yang rapi, jangan merokok, memakai wangi wangian. Ketika kita mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad, salam kita sampai kepada Nabi Muhammad, sesuai dalil yang ada di hadist yang artinya     “tidak ada seseorang yang salam kepada aku, kecuali ruh aku di kembalikan oleh Allah kejasad ku untuk aku membalas salamnya dia ke padaku,” maasyaAllah, maka oleh itu ketika kita bershalawat kepada rasullah harus menggunakan adab-adab yang telah di ajarkan oleh tuan guru kita di pondok pesantren.

Awal mula remaja masjid Suka Rakyat melakukan rutinitas membaca maulid, ketika ketua remaja masjid bertemu dengan Habib Haikal Al lattas Langsa, Habib Haikal menyampaikan keutamaan bershalawat dan membaca maulid, memberikan suatu nasehat yang luar biasa, Habib Haikal menyarankan, membaca maulid itu jangan di satu tempat saja, jika hari ini majelisnya di rumah si A, minggu depan begitu lagi di rumah si B berikutnya, tujuannya supaya warga-warga mengenal seperti ini pembacaan maulid, dan alhamdullillah apa yang di katakan Habib Haikal terbukti satu persatu. Warga-warga di Desa Suka Rakyat, mendukung kegiatan yang di lakukan oleh remaja masjid dan terkadang ikut partisipasi dalam pembacaan maulid.

Keutamaan bershalawat atau membaca maulid sangatlah banyak, contoh nya yang di dapatkan remaja masjid Suka Rakyat banyak sekali yang mereka dapatkan karena barokah dari pembacaan maulid dan bersholawat. Ketika saya tanya kepada anggota remaja masjid yang sudah lama ikut remaja masjid, apa yang sudah di dapatkan selama membaca maulid, dan di jawab “banyak sekali yang sudah di dapatkan, yang pertama  ketenangan hati, apalagi ketika baca maulid sampai ke mahalul qiyam rasanya tidak bisa membendung air mata. Berkah dari pembacaan maulid, alhamdulillah Allah kirimkan seseorang yang memberikan uang 10 juta, apapun hajat kami, kami berdoa di mahalul qiyam alhamdulillah Allah qabulkan hajat kami.” Maasya Allah barokah cinta sama Nabi Muhammad, Allah berikan apa yang kami inginkan. (RED/AFA)

*Mahasiswa IAIN Langsa KPM Tematik 2021

Nasir Djamil Aceh Satu
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.