[Puisi] Tanoh Gayo

  • Bagikan
Riski Saradi

Tanoh gayo
Tanoh muyang datu
Tanah yang ditumbuhi sejarah-sejarah kelam
Tidak akan habis diceritakan dalam semalam
Tanah yang ditumbuhi kopi yang sirami darah pejuang sebeum kami

Tanoh gayo
Tanoh muyang datu
Tanah yang dialiri air mata berhulu dari segala duka
Berakhir sampai alam baka

Tanah gayo
Tanah yang diiringi lantunan syahdu burung-burung
Merendahkan kesombongan pada puncak yang menggunung bersarung kandung
Tanah yang tertancap adat istiadat
Menjadi atap anak cucu yang khusuk beribadat
Tanah yang diselimuti embun yang tersusun dihelai daun

Tanah gayo
Tanah leluhur
Tanah yang lebih dekat oleh mentari
Tertanami mimpi-mimpi mereka sebelum kami
Tumbuh sebagai ingatan kala tragedi menghampiri
Maafkan kami
Yang kini mulai membasmis tradisi kolot
Yang kami anggap berupa anekdot
Bagai remaja disuguhi dodot seperti anak idiot

Kudengar cerita lama dari mereka
Tanah ini terhampar hutan pinus
Sebelum dibumi hangus oleh ketamakan politikus rakus
Membungkam kritikus dengan nasi bungkus

Bersiaplah
Setelah ini tidak ada lagi yang dibanggakan selain sampah wisatawan
Situs-situs sejarah tidak lagi menarik
Anak-anak cilik lebih tertarik hal baru dan unik
Kopi terbaik dunia akan tinggal sebatas nama
Orang-orang setelah kita akan menjadi buruh
Akibat kita bersimpuh dikaki penguasa yang angkuh
Setelah ini akan menjadi apa
Semuanya ada ditangan kita
Apakah akan menjadi hikayat pengingat dosa
Atau pelawan adidaya yang berkuasa.

Tanah gayo
Tanah leluhur
Tanah ini tidak boleh tergusur
Walau harus terkubur sampai liang kubur

 

Oleh : Riski Saradi

Nasir Djamil Aceh Satu
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.