Polres Lhokseumawe Bekuk Enam Orang Pengguna Sabu dan Ganja

  • Bagikan

SatuAcehNews – Lhokseumawe | Kepolisian Resort (Polres) Kota Lhokseumawe, Aceh, membekuk enam orang penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja. Keenam orang ini dibekuk di tempat dan waktu yang berbeda, sejumlah barang bukti ikut diamankan.

Atas keberhasilan membekuk para tersangka, Polres setempat pun menggelar konferensi Pers yang berlangsung di Gedung Serbaguna Polres Lhokseumawe, Jum’at (23/04/2021) sore. Enam orang tersebut beserta barang bukti turut dihadirkan dalam konferensi pers ini.

Keenam orang pria ini masing-masing MA (31) dan JL (48), keduanya berasal dari Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Kemudian NS (29), TS (43), SW (28), dan RT (20), keempatnya berasal dari Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Dalam konferensi tersebut Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, turut menyampaikan kronologi penangkapan. Pada Senin (12/04/2021) sekira pukul 22:30 WIB karyawan jasa pengiriman barang menghubungi pihak Kepolisian Lhokseumawe bahwa ada seorang lelaki mencurigakan membawa satu bungkus kardus.

Lalu, petugas piket Sat Resnarkoba yang diperbantukan Personel Sat Reskrim tiba TKP dan langsung mengamankan lelaki tersebut berinisial NS. Dari hasil interogasi awal oleh Polisi, NS mengaku hendak dikirim ke Rusun Albo Lantai 1 Blok H No. 7 Cakung Barat Jakarta Timur.

“Dari hasil pemeriksaan pada saat membuka isi dari kardus itu ternyata ditemukan tiga bungkus kemasan bubuk kopi yang berisi narkotika jenis ganja,” demikian penyampaian Kapolres dalam konferensi Pers seraya menunjukkan barang bukti beserta tersangka.

Sementara kepada Polisi, NS mengakui bahwa ganja yang diperolehnya dengan cara dibeli dari inisial CL (DPO) dan akan dijual kembali kepada A (DPO) di Jakarta Timur. Iapun mengaku masih ada menyimpan sisa ganja di rumahnya, Polisi juga menggeledah rumah NS.

Sementara penangkapan TS, SW, dan RT, berawal adanya informasi yang di peroleh dari masyarakat bahwa di sebuah gubuk terbuka tepatnya di kawasan Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti kerap dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika.

Petugas tak tinggal diam, menindak lanjuti informasi tersebut Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan selama kurang lebih sepekan guna memastikan kebenaran informasi. Dan setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar adanya.

Tepat Jum’at (16/04/2021) lalu, Polisi melakukan pengecekan dan pemantauan di TKP guna melakukan penangkapan terhadap orang yang mempergunakan narkotika jenis sabu di sebuah gubuk target.

“Pengerebekan terhadap gubuk tersebut dan berhasil menangkap tiga orang laki-laki yaitu TS, SW dan RT yang sedang mempergunakan narkotika jenis sabu. Dari ketiga orang tersangka tersebut petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu kaca pirek berisikan sabu,” demikian jelas Kapolres.

Ketiganya mengaku memperoleh barang haram itu dari seseorang yang akrab disapa Dek Ul (28), kini DPO. Barang haram itupun dipergunakan oleh ketiganya. Untuk itu ketiganya dikenakan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU. RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Penangkapan MA dan JL juga berawal informasi masyarakat, dimana keduanya saat berada di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe diduga menyimpan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Polisi kemudian melakukan penyelidikan, lagi-lagi informasi semacam itu tidak meleset.

Tepat pada hari Sabtu (17/04) siang, Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Lhokseumawe mendatangi TKP dan berhasil membekuk MA. Barang bukti juga turut diamankan, lalu Polisi membawanya untuk pengembangan.

Dalam pengembangan itu, Polisi berhasil membekuk JL. Dari hasil penangkapan tersangka MA, petugas berhasil menemukan barang bukti sebuah plastik kresek berisikan sabu yang disembunyikan di belakang rumah MA.

Pengakuan MA kepada Polisi, ia memperoleh sabu dengan cara membelinya dari JL sekitar tiga bulan yang lalu senilai Rp 34 juta untuk dijualnya kembali. Namun sabu tersebut belum ada yang membelinya apalagi sudah duluan dibekuk Polisi.

Sedangkan JL, memperoleh sabu tersebut dengan cara membelinya dari salah seorang teman yang tidak diketahui namanya dengan harga Rp 30 juta. Keduanya juga dikenakan Pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan Pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat lima tahun. (CSB)

Idul Adha 1442H SatuAcehNews
  • Bagikan
Subscribe for notification