GARDA Indonesia Serahkan Kunci Rumah Dhuafa 001

  • Bagikan

SatuAcehNews | Meulaboh – Komunitas Gerakan Relawan Rumah Dhuafa Indonesia (Rumoeh GARDA Indonesia), Sabtu (10/4/2021) menyerahkan kunci rumah baru kepada Ibu Maimunah (57) warga Dusun Cot Kandeh, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Rumah layak huni berkode 001 itu merupakan hasil aksi sosial Rumoeh GARDA Indonesia melalui #Gerakan10Ribu dengan konsep donasi rutin 10.000 rupiah perbulan.

Rumah Dhuafa dari Garda 10 Ribu

Turut hadir dalam prosesi penyerahan kunci #R001 ini diantaranya, Keuchik Lapang, Mas Adi, Imum Chik Masjid Almuhajirin, Tgk. H. Mustajab, Kadus Cot Kandeh, Saiful, Tokoh Agama, Tgk. H. Ibnu Khatab, Babinsa dari Koramil 07/Johan Pahlawan, Dedy Arianto, masyarakat sekitar, para pengurus, para penggerak dan sejumlah donatur GARDA Indonesia.

Koordinator Bidang Konstruksi Rumoeh GARDA Indonesia, Drs. Jufrinal dalam laporannya menyampaikan proses pembangunan rumah perdana dari program #Gerakan10Ribu ini memakan waktu 89 sehari atau sejak dimulai 12 Januari 2021 dan selesai 10 April 2021.

“Untuk pembiayaan pembangunan seluruhnya bersumber dari program donasi 10.000/bulan dengan dana dihabiskan untuk pembangunan rumah 001 ini sebesar Rp. 71.509.000,” ujarnya pada prosesi penyerahan kunci rumah.

Adwina Pakeh Gerakan 10Ribu
Adwina Pakeh, S.Sos., M.Sc. inisiator Gerakan Relawan Rumah Dhuafa Indonesia (Rumoeh GARDA Indonesia)

Sementara itu, Inisiator Rumoeh GARDA Indonesia, Aduwina Pakeh, S.Sos,. M.Sc dalam sambutan singkatnya mengatakan bangga kepada masyarakat dan Pemerintah Gampong Lapang yang telah mendukung sepenuhnya program #Gerakan10Ribu ini, dengan sangat antusias baik aparatur desa maupun masyarakat ikut bergabung sebagai donatur serta ikut bergotong royong dalam proses pembangunan rumah 001.

“Alhamdulillah kami merasa terharu dan berterimakasih kepada pemerintahan gampong dan warga Lapang, khususnya warga Dusun Cot Kandeh yang telah mendukung dan menguatkan program sosial ini. Program ini dimulai dari Dusun Cot Kandeh, Insya Allah kedepan kita harapkan akan menjadi satu Gerakan Nasional yang mampu menjangkau seluruh Nusantara,” jelas Aduwina Pakeh

rumah Dhuafa Garda Indonesia
Rumah Dhuafa sedang dibangun lebih besar dan lebih kokoh dari rumah yang sebelumnya tidak layak huni.

“Orang Aceh dulu merupakan orang-orang yang sosialnya sangat tinggi. Dua buah pesawat terbang RI 001 dan RI 002 yang telah disumbangkan untuk Indonesia dulu, merupakan hasil dari kegiatan-kegiatan sosial seperti ini,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, ini merupakan rumah pertama yang dibangun dari donasi #Gerakan10Ribu. Gerakan ini tidak semata-mata tujuannya untuk membangun rumah layak huni, akan tetapi lebih kepada ingin membangun kembali kepedulian sosial ummat Rasulullah SAW yang mulai pudar di tengah-tengah masyarakat Islam dewasa ini.

“Kepedulian, budaya gotong royong, gemar sedekah dan mencegah sikap individualisme yang berlebihan dengan cara menguatkan interaksi sosial kemasyarakatan. Lewat #Gerakan10Ribu insya Allah setiap orang dapat ikut membantu,” ungkap Dosen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar ini.

Pembangunan Rumah Dhuafa

Terakhir, ia menyampaikan sejak dimulai pada 8 Juli 2020 hingga 10 April 2021, jumlah donatur yang telah ikut bergabung dalam #Gerakan10Ribu GARDA Indonesia yaitu seramai 2.659 orang yang tersebar di berbagai wilayah di Aceh dan luar Aceh.

“Harapan kita, suatu saat gerakan ini akan mampu mengumpulkan 10.000 donatur, sehingga jika dikalikan 10.000 rupiah maka akan mendapatkan donasi sebesar Rp. 100 juta perbulan, dengan demikian kita akan mampu membangun 2 unit rumah layak huni /bulan. Kepada donatur yang telah bergabung, kami sampaikan ucapan terimakasih dan mari kita lanjutkan donasi untuk kelancaran pembangunan rumah dhuafa berikutnya,” ajak Aduwina Pakeh.

Arief Arbianto Garda 10Ribu
Pimpinan Umum SatuAcehNews, Arief Arbianto, turut berpartisipasi sebagai relawan #Gerakan10Ribu.

Sebelumnya rumah Ibu Maimunah yang berkontruksi kayu itu tidak layak dihuni lagi, selain atapnya bocor kondisi rumah juga sudah terlihat miring dan papan dindingnya bolong-bolong serta sudah lapuk.

Ibu Maimunah kini dalam kondisi kesehatan (mata) sakit, mata beliau sebelah kanan tidak bisa melihat lagi, sementara sebelah kiri sudah rabun. Untuk berjalan saja beliau meraba-raba dan berpegangan ke dinding. Walau demikian beliau tidak menyerah begitu saja dengan keadaannya, ia masih berusaha berjualan minyak bensin di depan rumahnya.

Ibu Maimunah bersama anak, menantu dan cucunya kini dapat menempati rumah layak huni, bertepatan dengan menyambut Bulan Suci Ramadhan. Sehingga diharapkan ditempat baru ini, beliau dapat beribadah dengan khusyuk bermunajat kepada Allah SWT. Aamiin. (AAA)

Nasir Djamil Aceh Satu
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.