fbpx

Inggris Tuding China Lakukan Manipulasi Data Positif Corona

PM Inggris Positif Corona dan Geram kepada China

89

SatuAcehNews - Surat kabar Inggris Mail on Daily menulis, pejabat pemerintah Inggris percaya jika China menyebarkan disinformasi tentang tingkat keparahan wabah Covid-19 di negaranya. Pemerintah Inggris menuding China tidak transparan terkait korban virus corona di negaranya dan menduga kasus sebenarnya bisa 15-40 kali lipat lebih besar daripada yang dilaporkan.

Seperti diketahui, pemerintah China melaporkan hanya 81.439 kasus covid-19 di Tiongkok. Inggris menuding hal itu dilakukan China karena ingin memperluas kekuatan ekonominya dengan menawarkan bantuan ke negara-negara lain yang tengah berjuang memerangi Covid-19.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sendiri dikabarkan positif Covid-19 dan sedang dalam isolasi. Ia murka dan geram dengan China karena penanganan wabah pandemi ini tidak transparan dilakukan pihak China. Kemungkinan ia akan memutuskan kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei untuk mengembangkan jaringan 5G di Inggris.

Sementara itu, ia juga telah menghimbau kepada masyarakat Inggris untuk mengikuti aturan jarak sosial yang ketat. “Semakin kita mengikuti aturan maka semakin sedikit nyawa yang akan hilang dan semakin cepat hidup dapat kembali normal,” kata Johnson di surat himbauannya, 29/03/2020. (WNM)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More