Anak Penyu Dilepasliarkan di Perairan Abdya

0
18
tukik anak penyu
2019

SatuAcehNews – Sebanyak 250 anak penyu lekang (Lepidochelys Olivacea) atau yang juga dikenal dengan sebutan tukik dilepasliarkan di perairan Aceh Barat Daya. Pelepasan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat Daya di Pantai Kuala Surin.

Tukik yang dilepaskan merupakan hasil penangkaran DKP. Pelepasliaran tukik tersebut dilaksanakan pada Ahad (14/04/20109) di bibir pantai Kuala Surin, Kecamatan Kuala Batee.

Penangkaran penyu lekang tersebut dibiayai oleh seorang pengusaha Jakarta yang berasal dari Abdya. Kepala DKP Abdya Asnir Agus menjelaskan hal tersebut seperti dikutip Antara seusai prosesi pelepasan.

“Donatur ini aslinya orang Kabupaten Abdya sudah menjadi pengusaha sukses di Jakarta,” terang Asnir Agus.

Hadir Ketua DPRK Abdya, Zaman Akli, pengusaha penyumbang dana dari Jakarta Yusmadi, Kabid Budidaya DKP, Heriadi dan Kepala Balai Banih Ikan (BBI) Krueng Batee, Joko Supeno.

Agus berkata, anak tukik lekang yang telah dilepasliarkan ke habitatnya tersebut sebagai bentuk upaya melestarikan populasi yang kini keberadaanya sudah semakin langka.

“Kami terus melakukan sosialisasi penyelamatan penyu ke lapisan masyarakat pesisir, supaya spesies yang dilindungi undang-undang ini tetap hidup sepanjang masa,” ujar Agus.

Ia juga mengaku, telur penyu lekang tersebut diambil di kawasan pantai Kabupaten Abdya oleh warga daerah itu kemudian diserahkan ke tenaga ahli untuk ditetaskan.

“Penetasan telur penyu dilakukan secara tradisonal di tempat khusus oleh tenaga ahli yang didatangkan, kemudian diberikan bimbing teknis oleh WWF,” tuturnya.

Ia berkata, proses penetasan telur penyu lekang tersebut awalnya sebanyak 452 butir, namun, yang menetas hanya 257 ekor, dan tujuh ekor lagi mati saat penangkaran.

“Setelah 32 hari netas dilakukan budidaya. Setelah berumur 45 hari dilepas kembali ke habitatnya, karena cangkangnya sudah keras, atau sudah aman dari pemangsa,” katanya. #

Tinggalkan Balasan