Dihantam Badai, Nelayan Aceh Singkil Terombang-ambing 3 Jam di Laut

  • Bagikan

SatuAcehNews | Singkil – Badai Besar menghantam seorang nelayan Aceh Singkil di Desa Haloban, Pulau Banyak Barat. Nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar Pulau Sikandang akhirnya terdampar setelah terombang-ambing selama 3 jam. Tidak ada korban jiwa namun perahu rusak berat.

Kejadian naas itu menimpa Yusman (53) pada hari Selasa (30/03/2021) sekitar pukul 15:00 WIB.

Perahu nelayan tenggelam“Ketika cuaca sudah mulai gelap dari arah utara, saat itu saya mengetahui badai akan turun. Saya langsung pergi menuju pulau terdekat untuk berlindung. Namun di tengah perjalanan menuju tempat perlindungan itulah tiba-tiba mesin perahu saya mendadak mati. Terus saya hidupkan tidak mau lagi hingga badai pun turun dengan ombak begitu besar yang membuat perahu saya tenggelam,” kata Yusman (53) menceritakan pengalamannya.

“Saya tenggelam sekitar pukul 15:00 WIB. Dalam posisi seperti itu saya hanya pasrah kepada ketentuan-Nya dan bertahan diatas perahu saya yang sudah tenggelam. Ombak yang besar itu kemudian menghempaskan saya hingga ke pinggir Pulau Sikandang ini. Alhamdulillah saya selamat namun perahu pecah dan rusak berat,” ujar Yusman (53) kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Perahu nelayan Aceh singkilPanglima Laot Haloban, Anhar R ketika di konfirmasi membenarkan seorang nelayan Aceh Singkil di wilayah kerjanya tenggelam dihantam badai. Namun tidak ada ada korban jiwa hanya perahunya rusak.

“Iya benar, kami mendapat laporan dari pihak keluarga korban sekitar pukul 20:00 WIB (Selasa malam), memberitahukan bahwa korban nelayan Aceh Singkil saat ini berada di Pulau Sikandang. Mengetahui hal itu kita langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, dan langsung kita evakuasi malam itu juga,” kata Anhar R.

Pantauan reporter proses evakuasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretatis Panglima Laot Haloban, Azwal bersama dengan masyarakat setempat. Kemudian juga Panglima Laot Asantola, Musa beserta Aparatur Desa Asantola turut serta membantu evakuasi.

Korban berhasil dievakuasi ke Desa Haloban sekitar pukul 22:30 WIB sementara perahu korban masih tinggal di Pulau Sikandang karena sudah pecah besar sehingga sulit dievakuasi. (AHA)

Nasir Djamil Aceh Satu
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.