Belajar Dari Masa Lalu

  • Bagikan

SatuAcehNews, Oleh Andri Wahyudi*

Belajar adalah proses yang bersifat individu, dimana perubahan terjadi secara stimulus ke dalam sejumlah informasi sehingga menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang dan mempengaruhi perilaku terhadap individu.Secara umum, Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku seseorang sebagai hasil dari pengalaman atau praktek yang dijalani. Misalnya, ketika kita mengalami suatu peristiwa yang membuat kita kurang puas akan hasil yang kita dapat, kita dapat merubah dan memperbaiki apa yang kurang dari sebelumnya, sehingga kita tidak akan mengulangi kesalahan dan kekurangan yang sama.
.
Masa lalu tidak selalu berbicara perihal buruk yang menimpa akan tetapi masa lalu merupakan bahan evaluasi untuk kita memperbaiki diri dan bisa juga menjadi pengalaman pembelajaran untuk membuat hidup kita lebih baik lagi dari sebelumnya, seperti banyak motivator mengatakan pengalaman merupakan guru terbaik dalam kehidupan, karena dari situ kita bisa belajar.

Terkadang kita selalu menganggap bahwa masa lalu adalah sesuatu kejadian yang membuat kita frustasi padahal tidak sama sekali. Masa lalu adalah segala sesuatu yang pernah terjadi, entah itu yang membuat diri kita bahagia maupun yang membuat kita sedih. Momen masa lalu juga sangat susah untuk dilupakan ketika kita terlalu bahagia maupun sedih pada saat kejadian itu berlalu.

Pembelajaran adalah proses interaksi antara individu terhadap lingkungannya yang menyebabkan terjadinya faktor perubahan perilaku seseorang ke arah yang lebih baik. Misalnya ketika kita mempunyai kebiasaan buruk seperti terbiasa berbicara kotor ketika dibuat kesal oleh teman, akan tetapi hal itu sedikit demi sedikit bisa dirubah apabila teman yang lainnya berusaha mengingatkannya agar tidak mengeluarkan kata-kata kotor. Apabila terus-menerus diberi pengertian bahwa mengucapkan kata-kata kotor itu sesuatu yang tidak baik untuk didengar dan orang lain memandang sebelah mata, maka secara perlahan dia akan mengurangi mengucapkan kata-kata kotornya. Dari pada berbicara yang tidak jelas lebih baik diam.

Sikap yang baik menjadikan masa lalu itu sebagai momentum pelajaran yang berharga untuk menata dan menjalani kehidupan hari ini. Sedangkan sikap buruk hanya akan membuat masa lalu itu sebagai sebuah penyesalan yang tiada habisnya dan membuat suram kehidupan hari demi hari yang kita jalani

Bersikaplah yang baik terhadap masa lalu kita yang buruk itu. Maka, kita telah berdamai dengannya. Dan akan membuat hidup kita lebih nyaman. Masa lalu itu memang tidak pernah berubah. Tapi, maknanya kini berubah sudah. Makna yang membuat hidup kita lebih bahagia, lebih damai dan berpengharapan baik. (RED/AFA)

*Andri Wahyudi, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh

Nasir Djamil Aceh Satu
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.