fbpx

Imunitas dan Pola Hidup Bersih, Kunci Atasi Covid19

75

Virus merupakan satu dari sekian mikroba yang tidak terdeteksi dengan mata biasa, mesti menggunakan alat pembesar seperti mikroskop. Mikoskop pun memiliki kekuatan berbeda-beda. Virus Covid19 sendiri baru dapat terlihat jika menggunakan miskroskop pemindaian elektron karena ia memiliki ukuran yang terlalu kecil, berdiameter 120 hingga 160 nanometer. Maha Suci Allah menciptakan makhluk seimut Covid19.

Namun meski ia berukuran sangat comel, ternyata ia mampu menyebabkan beberapa kerusakan nyata. Para ilmuwan di National Institute of Allergy and Infectious Diseaseas (NIAID) Amerika Serikat mengatakan dalam hasil penelitian mereka, Novel coronavirus ini menggunakan protein spikes untuk mengikat membran sel. Itulah cara si virus baru ini untuk menginfeksi sel di tubuh manusia. Kemudian, ia membajak sel inang (induk) untuk mereplikasi; menciptakan ribuan salinannya sendiri. Hal itu menyebabkan sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri. Akibatnya virus membanjiri dan menyebar ke sel-sel baru lainnya di tubuh manusia.

Seorang pakar virus (virologist) drh. Moh. Indro Cahyono dalam dialog interaktif di Indonesia Berbicara mengatakan, virus sejatinya perlu media untuk bertahan hidup. Ini yang dulu juga pernah saya pelajari di kampus saya studi dulu. Virus perlu media untuk bertahan hidup demi memperbanyak diri (berkembang dan berketurunan).

Gimana dengan si comel namun mematikan ini? Media untuk bisa hidup dari virus yang mematikan ribuan orang di Cina dan Italia ini adalah droplet. Apa itu droplet? Droplet adalah butiran-butiran air berupa lendir atau cairan. Ketika seseorang yang terinfeksi Covid19 ini batuk atau bersin dan menyembur, maka saat itulah penyebaran virus terjadi. Droplet menyebar 1-1,5 meter. Maka dari itulah, perlunya tiap individu melakukan physical distancing (jaga jarak dengan orang lain).

Virologist drh Indro Cahyono mengatakan juga Covid19 bisa bertahan hidup di lingkungan yang mendukung, yakni basah, gelap, dan dingin. Sedangkan kondisi di Indonesia adalah tropis dan kemarau; sangat cukup sinar matahari, berbeda 180 derajat dengan Cina atau Italia. Dalam ilmu virologi dikatakan bahwa virus cepat hancur di tempat yang terang, kering, dan panas. Akankah ini suatu pertanda yang baik bagi masyarakat yang berdomisili di Indonesia? Tidak juga, jika tidak dibarengi dengan meningkatkan antibodi dan melakukan pola hidup bersih.

Covid19 ini mempunyai sifat monster (mematikan) dan cepat menyebar serta mudah menempel di saluran pernapasan. Meski kematian akibat virus ini secara global menunjukkan presentase 3% dari 100, namun apabila tidak mawas diri kesempatan recovery 97% hanya akan menjadi wacana dan data.

Mari mengenal kelemahan Covid19. Droplet yang tadi keluar sebab bersin atau batuk, mungkin menempel di baju, tangan, gagang pintu, atau di kayu, dan benda lainnya. Jika tidak ingin si virus bertahan lama, maka segera saja dibersihkan. Bisa dengan sabun, deterjen, pelarut lemak, alkohol, dan disinfektan lainnya. Sebab, semakin didiamkan maka si virus semakin dapat hidup dengan lama.

Oleh karena itu, perlu dilakukannya perilaku hidup bersih dan sehat oleh setiap individu masyarakat. Dengan mencuci tangan setelah memegang apapun atau sebelum memasak bagi ibu-ibu di rumah, bila keluar rumah dan kembali segera mencuci pakaian yang digunakan, jaga jarak 1-1,5 meter, memakai masker, dan upaya kebersihan lainnya.

Itulah pertahanan dari luar tubuh. Bagaimana pertahanan dari dalam tubuh? Bagi yang sakit dan sudah terinfeksi virus ini, harap bisa melakukan isolasi mandiri (dikenal istilah lockdown) di rumah selama 14 hari, minum vitamin, makan yang benar, tidur yang cukup, berjemur 15-20 menit setiap hari, jaga jarak, dan upaya lainnya. Perlu kita pahami, berdasar statistik dunia 97% pasien yang terinfeksi virus ini dapat recovery (pulih dan sehat); berbanding 3% data kematian dari angka 100 kasus. Bagi yang sakit, sangat diharapkan untuk melakukan full isolasi 1 hari hingga 14 hari.

Dari data riwayat recovery kesehatan dunia, pada hari ke-10 full isolasi, antibodi tubuh pasien mulai terbentuk dan tubuh berangsur membaik. Tentu dengan melakukan upaya seperti tersebut di atas tadi. Dan umumnya, orang yang sudah pernah terinfeksi suatu virus kemudian pulih, jika di kemudian hari terkena lagi maka antibodi khusus virus tersebut akan terbentuk sendiri di dalam tubuh. Begitu pula dengan virus Covid19. Semacam vaksin alami didapat oleh orang yang pernah kena virus ini.

Memang monster berwujud mini ini dapat menginfeksi orang sehat maupun sakit. Orang yang sehat cenderung lebih cepat pulih; masuk kategori 97% tadi. Sedangkan mereka yang masuk 3% dihimbau agar dapat lebih berhati-hati. Siapa saja? Mereka adalah orang dengan kategori beresiko tinggi. Ada tiga kelompok, yakni mereka yang berusia lanjut (70-80 tahun), mereka yang memiliki komplikasi penyakit (diabetik, hipertensi, stroke), dan mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan (pneumonia, TBC, asma).

Apakah wabah Covid19 ini bisa diibaratkan sebagai pembunuh massal bersenjata biologi. Kita lihat bagaimana dengan mudahnya orang-orang berjatuhan di Wuhan, Cina dan menyebar cepat dalam tempo tiga bulan, lalu menjadi sebuah pandemi global.

Apabila kita bisa bersikap cerdas, membekali diri dengan pengetahuan, tidak panik dan stress, melakukan pertahanan dari dalam maupun luar tubuh, maka pasti kita bisa menghadapi wabah ini dengan baik. Tidak bisa dipungkiri, derasnya arus informasi, penyebaran informasi yang kian cepat melalui media sosial yang kian tak terbendung, menyebabkan sebagian dari kita panik dan stress mendengar dan membaca info kiri kanan.

Secara umum, dapat disimpulkan cara melawan virus Covid19 ini yaitu dengan meningkatkan antibodi/imunitas tubuh (pertahanan dari dalam tubuh) dan melakukan pola hidup bersih dan sehat (pertahanan dari luar tubuh). Cara menjaga imunitas atau memproduksi antibodi ini seperti dengan makan yang baik dan benar, istirahat yang cukup (jangan begadang), pola pikir positif (jangan stress dan panik), serta konsumsi vitamin C, D dan E (melalui bahan makanan alami atau beli vitamin siap jadi di apotik), dan juga meningkatkan stamina agar fit (mengonsumsi tanaman obat seperti jahe, temulawak, dan sebagainya).

Terakhir, pola hidup bersih dan sehat dilakukan dengan dimulai dari diri sendiri dan orang yang kita sayangi, dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar kita, dan dimulai dari sekarang. Sekaya dan semiskin apapun kondisi kehidupan ekonomi masyarakat, setiap individu tetap harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat bersama-sama.

Sepertinya pengalaman wabah yang dialami masa pemerintahan Khalifah Umar ra dapat kita terapkan. Kita yang di daerah A jangan keluar dari daerah, sekaligus jangan biarkan orang dari daerah B, C, dan sebagainya masuk ke daerah kita. Ini disebut isolasi mandiri jamaah. Begitu juga kita dari daerah lain jangan memasuki daerah A yang sedang mewabah. Disebut dengan pencegahan mandiri jamaah.

Namun, mengingat hal ini tidak dilakukan di awal penyebaran Covid19 maka wajar bila hampir semua wilayah di dunia sudah memiliki bibit-bibit penyebaran Covid19 ini. Jadi, kita harus lebih mawas diri. Jaga diri dan orang-orang yang kita sayangi. Semoga Allah segera menjauhkan bala wabah ini dari daerah kita, dari negeri, sehingga semua dapat beraktifitas sebagaimana biasanya.

Wannajmi Aisyi
Penulis dan editor yang pernah menggeluti dunia laboratorium medis dan studi di Akademi Analis Kesehatan Banda Aceh

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More